Destinasi Wisata Danau Picung, Bengkulu

0 63

Danau Picung

Hijau pepohonan yang menari diterpa angin, dan permukaan danau yang tenang dan bening menjadi pemandangan menyegarkan di tengah kejenuhan menghadapi hiruk-pikuk rutinitas di Kabupaten Lebong. Keindahan makin sempurna seiring datang senja, matahari keemasan terpantul di permukaan danau itu. Kepenatan di bumi swarang patang stumang akan sirna seketika  kita duduk di pinggir danau yang terletak di Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Pelabai, Kabupaten Lebong atau tepatnya berada persis di belakang rumah dinas Bupati Lebong.

Berbagai sumber menyebutkan, Danau Picung merupakan danau buatan yang telah ada sejak zaman penjajahan Kolonial Belanda. Danau Picung dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada waktu itu sebagai sumber air untuk memutar kincir pengolahan emas ditambang emas disekitar daerah Lebong Tambang.

Untuk tiba dilokasi, jalur utama yang biasa digunakan pengendara biasanya jalan lintas Kabupaten Lebong Bengkulu Utara atau bisa melewati jalan alternatif di sekitar Kelurahan Pasar Muara Aman, Kecamatan Lebong Utara. Lokasi danau Picung  itu terletak disebelah Utara ibukota dengan jarak kurang lebih  5 km. Danau Picung diakses dari Ibukota Provinsi Bengkulu sekitar 4 – 5 jam perjalanan darat via Curup dan akses paling cepat  via Bengkulu Utara, dengan jarak tempuh 3 – 4 jam perjalanan darat. Jadi, tidak perlu harus jauh-jauh ke luar daerah Provinsi Bengkulu untuk menikmati indahnya suasana alam seperti ini. Cukup datang ke Kabupaten Lebong.

Ada beberapa  pilihan tempat wisata di danau seluas 200 hektar ini. Lokasi pertama adalah obyek wisata yang dikelola oleh pihak ketiga. Fasilitas danau yang ditawarkan yaitu berupa keliling danau dengan perahu dan mata kita pun disuguhkan dengan bukit – bukit tinggi. Selain itu, Danau Picung ini banyak menyimpan sejarah tentang awal mula kabupaten Lebong yang merupakan daerah tua yang memiliki banyak kekayaan alam terutama tambang emas. Pada masa revolusi, wilayah ini telah berkontribusi dalam pembangunan Monumen Nasional, atau yang dikenal dengan nama Monas di DKI Jakarta, pada puncaknya terdapat emas, dan menurut sejarah sebagian emas tersebut berasal dari Lebong.

Di lokasi yang sama,  tersedia berbagai pilihan permainan anak-anak, seperti ayunan, perosotan, dan tempak duduk. Meski para pengunjung dilarang mandi di danau, anak-anak tetap bisa bermain dengan air, seperti  naik perahu, dan bebek-bebekan. Selagi anak bermain, para orangtua bisa menikmati indahnya suasana danau di bawah pohon atau menikmati lokasi tersebut sebagai tempat piknik keluarga. Warga Kelurahan Batu, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong.

Ore memanfaatkan waktu liburan dengan menggunakan kendaraan roda empat ke tempat itu dengan waktu perjalanan hampir dua jam. Berwisata di Danau Picung, seperti dibilang Mona, memang murah meriah. Tiket masuk kawasan wisata itu hanya berkisar Rp 5.000  per sepeda motor hingga 10.000 permobil. Sedangkan, untuk naik perahu maupun bebek bisa dinikmati dengan harga bervariasi, Rp 15.000 – hingga  25 .000 per orang.

Source http://www.rmolbengkulu.com http://www.rmolbengkulu.com/read/2018/02/16/6722/Wisata-Danau-Picung-Di-Sore-Hari-
Comments
Loading...