Desa Wisata Wabula, di Pulau Buton

0 68

Desa Wisata Wabula

Ketika desa adat hanya sekadar obyek wisata, Buton berusaha mengambil langkah lebih ke depan. Desa adat pun dijadikan ujung tombak pariwisata. Setidaknya, begitu janji Bupati Buton Umar Samiun, saat mengunjungi Desa Wabula. “Desa Wabula, saya persiapkan untuk menjadi ujung tombak pariwisata. Ibu kota akan saya pindahkan dari Pasar Wajo ke Wabula. Dari kantor Bupati ke Wabula hanya enam kilometer,” kata Umar, di hadapan masyarakat adat Desa Wabula.

Desa ini terletak terletak sekitar 28 kilometer dari Pasar Wajo, ibu kota Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Untuk mencapai desa ini bisa melalui laut maupun jalur darat. Saat ini, jalur laut bisa dilalui dengan menumpang kapal nelayan. Sementara jalur darat, melalui jalan yang belum bagus. Jalanan tak beraspal, berkelok-kelok, dan tak landai. Kontur tanah berbatu dan curam, selintas seperti perjalanan off-road. Namun, akses transportasi terbilang mudah sebab bisa didatangi dengan naik angkutan pedesaan yang biasa disebut pete-pete dari Pasar Wajo. Lama tempuh dari Pasar Wajo sekitar dua jam.

 

 

Desa ini juga sudah dialiri listrik, walaupun untuk sinyal telepon genggam terbilang masih susah. Setiap tahunnya, Desa Wabula memiliki acara tahunan berupa pesta adat Pidoa Anokuri. Ritual tersebut biasanya diisi dengan pembacaan doa, makan bersama, dan pertunjukkan kesenian. Semuanya sebagai simbol rasa syukur hasil panen kuri.

Saat, Bupati Buton Umar berkunjung bersama wartawan, masyarakat Desa Wabula sengaja mengadakan replika pesta adat walau dalam bentuk lebih sederhana, sekadar untuk menunjukkan tradisi di desa ini. Setelah selesai makan dan dulang diambil kembali, saatnya pentas tarian. Tari yang dipentaskan adalah Tari Linda yang menggambarkan asal mulanya terciptanya manusia. Kemudian Tari Mangaru dan Tari Perang. Tari Perang inilah ibarat puncak acara. Teriakan seru dari penonton membahana. Ketika para tetua mulai menarikan tari yang seakan-akan seperti pergulatan dua lelaki sudah tua.

Desa-desa adat yang kental dengan tradisi yang kuat pun mudah ditemukan di Buton. Sayang, akses jalan di Buton memang bisa dibilang tak rapi. Jalanan berlubang dan tak beraspal. Ironis ketika Buton terkenal sebagai penghasil aspal terbesar di Indonesia dan salah satu terbesar di dunia. Buton memiliki sekitar 800 kilometer jalan dan 60 persen jalanan tersebut rusak. Menurut Umar, rencananya, pemerintah kabupaten akan memperbaiki semua jalan di Buton mulai tahun 2013. Tahap awal di tahun 2013, dana sebesar Rp 500 juta akan dikucurkan untuk infrastruktur jalan.

Jalur laut Sebelum jalanan yang nyaman benar-benar terwujud, jangan jadikan jalan yang rusak sebagai halangan bertandang ke Desa Wabula. Coba saja jalur laut dari Teluk Pasar Wajo. Dari Pasar Wajo yang merupakan tempat pelelangan ikan, pengunjung bisa menumpang perahu nelayan. Perahu nelayan di perairan Pasar Wajo.  Perjalanan laut dari Pasar Wajo ditempuh sekitar satu jam menuju Desa Wabula. Ada keunikan tersendiri di laut yang dilalui. Terumbu karang yang masih terjaga dan ikan-ikan endemik yang eksotis. Tak heran, banyak operator diving di Wakatobi yang merupakan kabupaten pemekaran dari Buton, membawa tamunya di perairan tersebut.

Airnya yang begitu bening, dengan gradasi warna hijau ke biru yang begitu menenangkan. Tepat di perairan Wabula, di waktu-waktu tertentu, air begitu dangkal. Tak perlu heran melihat keramba ikan yang cenderung ke tengah laut. Sebab, di waktu surut, laut bisa dilalui dengan jalan kaki sejauh satu kilometer dari bibir pantai. Memang, ada kesulitan tersendiri untuk berlabuh di Wabula saat air surut.

Seperti saat Bupati Buton Umar Saimun bertandang ke desa, penduduk tak segan ikut membantu perahu yang ia tumpangi untuk bisa berlabuh di desa. Ritual penyambutan tamu di Desa Wabula.  Sementara di tepian pantai, masyarakat sudah memadati pantai untuk menyambut Umar. Tak sekadar bersorak, sebuah ritual adat berupa penyambutan tamu pun digelar. Keris terhunus dan doa terucap oleh lelaki tua sebagai harapan bahwa tuan rumah akan menjaga keselamatan tamu yang bertandang.

Source https://travel.kompas.com https://travel.kompas.com/read/2012/12/20/13024756/desa.wabula.ujung.tombak.pariwisata.buton
Comments
Loading...