Desa Wisata Danau Embat, Muara Jambi

0 42

Desa Wisata Danau Embat

Desa Wisata Danau Embat merupakan salah satu destinasi wisata alam yang berada di Muara Jambi Pemberian nama sebuah Desa tentu ada sejarahnya. Demikian juga pemberian nama Desa Danau Embat. Warga setempat memiliki kisah unik dengan nama tersebut. Desa Danau Embat merupakan salah satu dari tujuh desa yang berada di Kecamatan Marosebo Ilir.

Desa dengan luas 31.560 hektar ini berbatasan dengan Desa Kehidupan Baru dan Desa Tidar Kuranji di sebelah utara. Disebelah selatan berbatasan dengan Desa Pasar Terusan (Kec. Muara Bulian), disebelah Barat berbatasan dengan Desa Rantau Kapas Tuo (Kec.Muara Tembesi) dan sebelah timur berbatasan dengan Desa Terusan.

Desa Danau Embat berdiri sebelum kemerdekaan republik Indonesia tepatnya pada tahun 1930. Semenjak berdiri, Desa ini telah dipimpin lima kepala desa. Mulai H. A. Roni, M.Sembawi, Efendi Sy, Ahmad AR, dan yang saat ini menjabat M.Yusuf Ms. Dari lima kepala desa tersebut H.A.Roni merupakan kepala desa yang paling lama menjabat.

Nama Desa Danau Embat awalnya bernama Desa Danau Empat. Nama itu muncul dikarenakan desa tersebut dikelilingi empat danau, yakni Danau Lebar, Danau Merbau, Danau Sunduf dan Danau Kecil. Danau ini biasa dijadikan masyarakat setempat untuk mencari ikan secara tradisional.

Nama Danau Empat sendiri berubah menjadi Danau Embat dikarenakan banyaknya ikan di danau tersebut. Masyarakat begitu mudah mendapatkan ikan di dalam danau itu. Hanya dengan mengembat (memukul, red) air dengan kayu, maka ikan akan bermunculan kepermukaan.

Kondisi itulah yang memunculkan sebutan Danau Embat ditengah-tengah kehidupan warga kala itu. “ Seperti itu sejarahnya, dulunya danau empat karena semakin banyaknya ikan berubah nama menjadi danau embat. Cukup mengembat, maka ikan akan bermunculan,” ujar Kades Danau Embat, M.Yusuf Ms.
.

Potensi ikan di empat danau yang berada di Desa Danau Embat sendiri hingga kini masih dilestarikan masyarakat dengan adanya larangan adat mencari ikan dengan cara menyentrum ataupun meracuni ikan. Masyarakat hanya boleh mencari ikan dengan cara tradisional, seperti memasang pukat, menjala dan dengan alat tradisional lainnya.

Source https://danauembat.wordpress.com/ https://danauembat.wordpress.com/
Comments
Loading...