Desa Takpala Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur

0 195

Desa Takpala

Desa Takpala adalah sebuah desa tradisional di atas bukit namun tidak jauh dari pantai di Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, memiliki puluhan Lapo dan Fala Foka atau rumah tradisional dengan atap yang dibentuk dari jerami. Desa tradisional yang dihuni oleh suku Abui ini sangat bersahabat sebagai suku terbesar di Pulau Alor. Suku Abui di desa Takpala memanfaatkan produk alami terutama hutan dengan pertanian atau berburu sehingga pada siang hari desa menjadi sepi karena kebanyakan mereka mencari makanan ke hutan untuk berburu. Makanan khas Suku Abui adalah singkong, jagung dan Katemak yang merupakan nasi yang dicampur dengan singkong dan jagung.

Desa Takpala pada awal sejarahnya menghuni lereng Gunung Alor yang tinggi, namun utusan Raja Alor yang ingin mengumpulkan pajak sulit menjangkau desa, maka desa tersebut dipindahkan ke daerah yang lebih rendah dan mudah dijangkau. Lapo adalah rumah suku Abui yang sangat sederhana namun bersahaja. Konstruksi kayu, gaya arsitektur Limasan dan atap jerami terbuka seperti gazebo dengan dinding setinggi satu meter yang terbuat dari bambu. Rumah itu memiliki 6 tiang kayu merah dan bisa bertahan selama puluhan tahun. Rumah Lopo yang memiliki dua tipe yaitu Kolwat terbuka untuk umum termasuk anak-anak dan perempuan, sedangkan Kanuruat hanya bisa digunakan oleh kalangan tertentu.

Fala Foka adalah rumah kesukuan yang sangat luas, memiliki empat lantai dan dihuni oleh 13 keluarga. Lantai 1 digunakan untuk mengumpulkan dan menerima tamu, lantai 2 untuk kamar tidur dan dapur, lantai 3 untuk menyimpan jagung dan tanaman lainnya dan ke-4 untuk menyimpan barang-barang seperti moko, gong, senjata dan banyak lagi. Warga Takpala adalah yang pertama di dunia yang membangun rumah tradisional empat lantai. Kampung Takpala secara teratur menggelar ritual Potong Kebun setiap bulan Oktober sampai November dengan menyiapkan ladang untuk penanaman jagung, setiap Desember merupakan ritual untuk mulai menanam. Rilisan pembersihan pertama diadakan setiap bulan Januari, dan ritual pembersihan kedua Maret sampai April. Pada bulan Mei-Juni adalah panen jagung dan ritual potong sapi.

Aktivitas

Menjelajahi etnografi, arkeologi, arsitektur, budaya dan kuliner. Melihat matahari terbenam dan matahari terbit, berburu fotografi dan videografi, dan lain-lain

Rute Menuju Desa Takpala

Semua kunjungan ke Bandara Mali atau Pelabuhan Baranusa di kota Kalabahi. Jarak Kalabahi ke Desa Takpala  sekitar 11 km yang dapat ditempuh gunakan mobil selama 20 menit.

Source https://www.pedomanwisata.com https://www.pedomanwisata.com/indonesia/nusa-tenggara-timur/desa-takpala-pulau-alor-kampung-tradisional-tempat-menyaksikan-suku-abui-yang-eksotis-di-ntt
Comments
Loading...