Desa Sibanggor Julu, di Mandailing Natal

0 20

Desa Sibanggor Julu

Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) salah satu desa di Sumatera Utara yang masih mempertahankan budaya. Salah satunya adalah rumah beratap ijuk sebagai tempat kediaman.  Bentuk arsitektur rumah di Desa Sibanggor Julu ini memang memiliki fungsi ganda. Tidak hanya melindungi isi rumah dari panas dan hujan, ternyata atap ijuk dipertahankan karena di desa ini sering hujan belerang. Ijuk digunakan karena ketahanannya lebih lama dibandingkan atap berbahan seng atau genteng.  Sekretaris Desa Banggor Julu, M Sein Lubis menjelaskan, Desa Sibanggor Julu memiliki 310 Kepala Keluarga (KK) yang dihuni 1.552 jiwa.

Desa Sibanggor terdiri dari tiga bagian yakni, Jae (depan), Tonga (tengah) dan Julu (ujung). Penduduk di desa ini mayoritas beragama Islam, dengan dominan marga Nasution, Lubis, Batubara dan Tanjung. Mayoritas masyarakat Desa Sibanggor Julu ini berprofesi menjadi petani karena masih mengandalkan alam sekitar. Sebagian menjadi pedangang maupun karyawan,katanya. Ada 85 persen desa ini masih memakai atap ijuk dan umur rumah ini yang paling lama mencapai 95an tahun lamanya, cerita Sein. Bentuk rumahnya sendiri masih bermodel rumah panggung.

Di bawah rumah masih ada sebagian yang memelihara hewan ternak seperti ayam dan sebagian lagi berfungsi untuk meletakkan kayu bakar. Karena mayoritas penduduk di desa ini masih banyak mengandalkan kayu bakar sebagai alat memasak ibu rumah tangga. Kalau pakai seng 10 tahun pasti sudah rusak.  Oleh karena itu, kami pakai ijuk. Namun, karena ijuk sudah dijual ada sebaian rumah yang sudah tak memakai atap ijuk karena mahal. 1 Kg ijuk harganya Rp3 ribu dan biasanya satu rumah menghabiskan 3 ton banyaknya. Pasti tak semua orang dapat membelinya,cerita Sein lagi.

Desa Sibanggor berasal dari bahasa Mandailing yang artinya hangat-hangat kuku. Menurut salah satu Tokoh Adat Desa Sibanggor Julu, Mansyur Nasution, desa ini tak terlepas dari Aek (sungai) Milas. Sungai yang kecil nan jernih tak jauh dari desa.  Memang Aek Milas itu terasa hangat jika disentuh, karena aliran dari kaki Gunung Sorik Marapi,ujarnya. Kearifan lokal desa ini membuat banyak wisatawan lokal berdatangan, meski akses ke desa ini membutuhkan waktu yang banyak.

Untuk mencapai Desa Sibanggor Julu, dari Kota Medan biasanya ditempuh jarak satu malam dengan bus patas yang mengantarkan kita ke Kota Panyabungan, dan sekitar satu jam dengan menumpang angkot setempat untuk mencapai desa terakhir di kaki Gunung Sorik Marapi ini.  Selain wisata cagar budaya, pemandian air panas dan air terjun juga menjadi tujuan wisatawan. Bagi mereka pendaki Gunung Sorik Marapi bisa meninjau destinasi indah dengan kawah belerangnya.

Source http://www.medanbisnisdaily.com http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2015/09/20/187659/atap-ijuk-khas-desa-sibanggor-julu/
Comments
Loading...