Desa Pulau Miang Kutai Timur

0 69

Pulau Miang

Dari 135 desa dan kelurahan yang ada di Kuta timur, tentunya banyak memiliki potensi masing-masing untuk dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat setempat. Salah satunya adalah desa Pulau Miang yang berpenduduk seitar 500 jiwa atau 200 kepala keluarga (KK), mempunyai sepenggal cerita yang cukup menarik.

Bahkan desa ini bisa dijadikan destinasi untuk tujuan wisata, karena memiliki keunggulan dan tak dipunyai desa lainnya di Kutai Timur. Untuk menuju ke desa Pulau Miang, diperlukan perjalanan laut sekitar 45 menit dari Sangkulirang, menggunakan sebuah kendaraan air yang disebut longboat. Namun apabila menggunakan perahu kayu dengan mesin kecil yang biasa digunakan masyarakat setempat sebagai alat trasnportasi, memerlukan waktu sekitar satu jam hingga satu setengah jam.

Luas pulau ini diperkirakan sekitar 3 kilometer persegi. Namun penduduk di sana cukup tenteram dengan kehidupan yang dijalani selama ini. Meski fasilitas agak terbatas (tidak sama seperti di kota), namun  masyarakat di Pulau Miang tetap menjalani kehidupan bermasyarakat dengan baik. Satu sama lainnya saling mendukung, membantu dan bersosialisasi dengan baik.

Desa Pulau Miang, masuk wilayah kecamatan Sangkulirang. Bagi sebagian orang, hidup di sebuah pulau yang terbatas dengan hiburan dan riuhnya kemeriahan kota tentunya terasa terasing. Pasti banyak pertimbangan untuk memutuskan tinggal di pulau yang terpencil seperti di Pulau Miang. Tapi bagi warga desa di sana (Pulau Miang), hidup di desa itu cukup nyaman dan bahagia, karena tidak ada kebisingan kota.

Yang mengherankan, air sumur yang ada merupakan air tawar dan tidak pernah kering meski pada musim kemarau. Meski desanya dikelililingi laut, namun airnya cukup bak dan layak dikonsumsi untuk kepentingan masyarakat. “Mungkin ini karena rezeki yang diberikan Tuhan, sehingga masyarakat tidak perlu mencari air bersih ke luar karena sulit jika harus ke luar pula,” kata Kamaruddin.

Dua sumur yang digali dengan kedalaman sekitar 7 meter ini dibuat secara berdampingan. Sejak tahun 1980-an kedua sumur menjadi sumber konsumsi air bersih lebih dari 200 KK dan 500 anggota keluarga.

Sebelum ada sumur tersebut, warga selalu mencari air bersih ke luar menggunakan perahu. Secara bergantian, warga pergi ke Sangkulirang mencari air bersih untuk kepentingan memasak dan konsumsi lainnya. Dengan adanya sumur itu, warga merasa bersyukur tidak perlu susah-susah lagi mencari air ke luar pulau.

Usman, salah seorang warga di sana menuturkan, dengan adanya sumur dan listrik, warga menjadi lebih tenteram hidup di desa ini. Meski hidup sederhana, namun ketenteraman lebih diutamakan dan tidak ada gangguan kebisingan dan lainnya.

Meski banyak digunakan oleh warga, kondisi air sumur tidak pernah kering walaupun musim kemarau. Demikian juga saat musim hujan, tidak pernah meluber. “Airnya tetap segitu aja. Kedua sumur ini dipasangi mensin pompa dengan jalur pipa yang sama. Terserah aja kita mau gunakan yang mana,” ujarnya.

Di sekitar kawasan laut Pulau Miang, warga pernah menemukan hiu tutul yang langka dan cukup cantik dilihat. Hal seperti itu bisa dijadikan destinasi wisata bagi warga luar yang akan melihat keindahan laut dan keunikan desa Pulau Miang itu sendiri.

Source https://dinaspariwisata.kutaitimurkab.go.id https://dinaspariwisata.kutaitimurkab.go.id/destination/3-desa-pulau-miang
Comments
Loading...