Desa Bawomataluo: Desa yang Menjadi Ikon Wisata Budaya Pulau Nias

0 13

Desa Bawomataluo

Desa Bawomataluo ini memiliki banyak atraksi budaya seperti relik megalitik, rumah tradisional, tradisi lompat batu, dan masih banyak lagi. Dikatakan desa itu sudah ada lebih dari 300 tahun! Tak heran, desa ini memiliki banyak nilai sejarah dan tradisi unik. Belum lagi menjadi tujuan liburan yang direkomendasikan bagi mereka yang berkunjung ke Pulau Nias.

Desa Bawomataluo berada di Kabupaten Nias Selatan dan berada di daerah perbukitan. Ini menjelaskan mengapa suasananya terasa sejuk dan nyaman di atas sana. Sebenarnya, Bawamataluo dinamai seperti lokasi yang berarti “Bukit Matahari. Setelah sampai di desa, wisatawan bisa melihat tangga batu dan beberapa rumah tradisional. Yang unik adalah rumah-rumah ini memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Pondasinya terbuat dari kayu dan ruma-rumah ini memiliki ruangan yang terbuat dari daun sagu.

Keindahan Desa Bawomataluo

Daya tarik terbaik yang bisa dinikmati wisatawan di Desa Bawomataluo adalah Tari Fataele (tarian perang). Beberapa penari pria berkumpul untuk melakukan gerakan tarian yang unik, sebagai simbol keberanian lokal. Pakaian mereka bahkan terlihat begitu besar, menampilkan beberapa warna dan ornamen. Orang-orang ini bahkan menggunakan tombak dan pedang sebagai atribut dansa mereka! Jadi, selama pertunjukan, wisatawan dianjurkan untuk memotretnya karena penduduk setempat mengizinkan mereka melakukannya. Satu-satunya pertimbangan adalah bahwa mereka harus datang pada saat yang tepat saat tarian itu diadakan.

Tradisi unik lainnya yang bisa ditonton pengunjung di tempat ini adalah Hombo Batu. Ini adalah bagian dari desa dan telah dilakukan selama beberapa generasi. Anak laki-laki berkumpul di suatu tempat dan bersiap untuk lulus ujian (lompat batu). Dikatakan tes tersebut menentukan kematangan anak laki-laki, namun di masa lalu, aksi ini dilakukan sebagai kualifikasi untuk bergabung dalam perang lokal. Sedangkan bagi wisatawan, performa seperti itu pasti menyenangkan dan mendebarkan! Itu karena ada risiko terluka di kalangan peserta sementara para peserta sangat berani.

Pesona lain dari Desa Bawomataluo adalah kehadiran kursi kuno Raja Nias. Kursi ini terbuat dari batu, memiliki panjang 10 meter! Biasanya, raja menggunakannya saat menyampaikan pesan kepada bangsanya. Selain dari tempat duduk, pengunjung juga bisa menemukan patung-patung kuno, yang digunakan untuk menyembah para dewa. Tak heran, penduduk setempat memeluk animisme saat itu dan mereka menyembah beberapa patung yang mewakili dewa-dewa.

Rute Menuju Desa Bawomataluo

Dari Kota Jakarta, Anda bisa naik pesawat terbang menuju Bandara Kualanamu terlebih dahuulu, kemudian dilanjutkan menuju Bandara Binaka di Kota Gunungsitoli dengan waktu tempuh 1 jam atau kurang tergantung pada cuaca. Dari Kota Gunungsitoli, Anda melanjutkan perjalanan menuju ke Nias Selatan. Dibutuhkan sekitar 3 jam dan jaraknya adalah 113 km. Sedangkan untuk rute terbaik, Anda harus memilih Jalan Raya Pelud Binaka. Bahkan bisa lebih cepat jika menggunakan kendaraan yang nyaman dan datang pada hari kerja (saat lalu lintas jarang).

Source https://www.pedomanwisata.com https://www.pedomanwisata.com/wisata-sejarah/desa-tradisional/desa-bawomataluo-nias-desa-yang-menjadi-ikon-wisata-budaya-pulau-niashttps://www.pedomanwisata.com/wisata-sejarah/desa-tradisional/desa-bawomataluo-nias-desa-yang-menjadi-ikon-wisata-budaya-pulau-nias
Comments
Loading...