Danau Tihu : Eksotisme Wisata di Tengah Wetar

0 68

Danau Tihu

Pulau Wetar juga merupakan salah satu dari 92 pulau terluar yang menjadi beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jarak pulau ini dengan Dili, ibu kota Republik Demokratik Timor Leste (Republica Democratica de Timor Leste), sekira 23 mil laut. Butuh waktu 1,5 hingga 2 jam untuk menyeberang dengan alat transportasi tradisional ke negara bekas provinsi ke-27 RI itu jika nantinya perjanjian (agreement) tapal batas laut kedua negara disepakati.

Upaya diplomasi ke arah itu masih sebatas diskursus politik karena pembahasan pengesahan tapal batas daratan di Atapupu-Atambua pun belum terlegitimasi. Dalam kepentingan menjaga kawasan perairan sesuai Konvensi Hukum Laut PBB atau UNCLOS (United Nations Convention on the Law Of the Sea) yang diratifikasi di Montego Bay, Jamaika pada 1982, perairan Selat Ombay-Selat Wetar masuk dalam Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III. Kawasan ini menjadi selat penting ketujuh dunia di abad ke-21.

Tapi Wetar bukan hanya punya kelebihan komparatif seperti itu. Ada bagian lain yang bisa dijadikan ’’komoditas’’ menarik masuk wisatawan domestik dan luar negeri ke Kabupaten Maluku Barat Daya setelah lima tahun menjadi daerah otonom, lepas dari genggaman Maluku Tenggara Barat. Danau Tihu adalah ’’ukup-ukupan’’ yang menjadi entry gate (pintu masuk) dan exit gate (pintu keluar) bagi MBD, bekas wilayah Keresidenan Timor (Residentie van East) pada 1925, untuk menggenjot donasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) setempat, selain minyak dan gas yang melimpah di Blok Masela, Blok Sermata, Blok Wetar, Blok Leti, dan blok-blok lain.

Danau Tihu merupakan satu-satunya danau di pulau Wetar. ’’Di situ (Danau Tihu) kita bisa melihat kehidupan habitat satwa liar, umumnya buaya,’’ kata Pey Pauline Manaha, Pelaksana Tugas Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya dari Kisar, Jumat, 15 Maret 2013.Pey memang pernah survei ke danau kebanggaan masyarakat Wetar itu. Penasaran dengan cerita warga, Pey menyewa jasa tukang ojek, Cada Maularak, dan langsung menyusuri alam Wetar yang membelalakkan mata sebelum dia sampai di Danau Tihu.

Penduduk setempat memercayai pohon asam jawa yang buahnya sangat manis ini tak akan mati (punah). Di sekitar danau ini juga ditemukan tombak dan bekas telapak kaki dua saudara kembar tadi. Jika kalian penasaran untuk menyimak lebih jauh tentang legenda misterius dan bukti-bukti legenda Danau Tihu, lebih baik jadikan danau ini sebagai lokasi kunjungan wisata saat liburan panjang. Pasti menyenangkan.

Warga Wetar seperti warga di tempat lain di Indonesia, juga merana di tengah kelimpahan sumber daya alamnya. Hampir tujuh dekade bangsa Indonesia mencicipi alam kemerdekaan, namun penduduk Wetar masih terbelenggu rantai kemiskinan. Wilayahnya terisolir, penduduknya termarjinal akibat pembagian kue pembangunan yang tak proporsional dan tak pantas.Satu hal yang mesti diwaspadai pemerintah adalah posisi Wetar yang berbatasan langsung dengan negara lain. Sehingga bisa menjadi tantangan sekaligus ancaman bagi keutuhan NKRI saat ini dan di masa mendatang.

Source http://aneka.beritamalukuonline.com http://aneka.beritamalukuonline.com/2013/05/danau-tihu-eksotisme-wisata-di-tengah.html
Comments
Loading...