Danau Kandi: Destinasi Wisata Air di Kota Sawahlunto

0 9

Danau Kandi

Danau Kandi Sawahlunto merupakan danau yang terbentuk dari lubang-lubang besar bekas galian tambang, dan kemudian melebar setelah jebolnya tanggul penahan aliran Sungai Ombili. Kami sempat naik terlebih dahulu ke puncak bukit dimana terdapat area pacuan kuda yang cukup luas (GPS -0.61463, 100.74861). Persiapan tengah dilakukan saat itu bagi perlombaan pacuan kuda yang akan diselenggarakan keesokan harinya. Lantaran tidak menemukan titik yang baik untuk melihat pemandangan, kami pun turun lagi menuju tepian Danau Kandi, dan mencari celah untuk sampai ke tepiannya.
Keberadaan danau bekas kegiatan penambangan terbuka seperti di Danau Kandi Sawahlunto ini mengingatkan saya pada Danau Kaolin yang ada di Belitung, yang juga terbentuk sebagai akibat kegiatan penambangan yang dilakukan secara masif. Bedanya adalah warna Kaolin yang putih serta cara penambangannya yang hanya menggunakan air bersih memberi panorama berbeda dengan batu bara yang warnanya hitam dan air danaunya dari Batang Ombilin.

 

Sungai (Batang) Ombilin di sekitar Danau Kandi Sawahlunto itu cukup lebar dengan debit air yang terlihat melimpah. Hanya saja sepertinya tidak terlalu dalam airnya, setidaknya ada beberapa orang tampak tengah mandi di tepian sungai dangkal yang terlihat cukup jelas dengan lensa tele dari sebuah jembatan yang melintang di atas Batang Ombilin.

Sawahlunto memang merupakan kota tambang. Cadangan batu bara di kota ini ditemukan di sekitar Batang Ombilin pada pertengahan abad ke-19 oleh Ir. de Greve, dan sejak 1 Desember 1888 pemerintah kolonial Belanda mulai menanam uang untuk membangun berbagai fasilitas guna mengeruk batu bara di wilayah ini. Tanggal itu kemudian dijadikan sebagai hari jadi Kota Sawahlunto.

 

Source https://www.aroengbinang.com https://www.aroengbinang.com/2018/02/danau-kandi-sawahlunto.html
Comments
Loading...