Warning: unlink(/tmp/5914058945c6f253f68cbf38062a4c44-FYbMmQ.tmp): No such file or directory in /home/infoprima/public_html/jalanwisata.id/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 167

Dahor Heritage, Museum Pertama di Balikpapan

0 60

Museum Dahor sedang menggelar pameran foto kota Balikpapan di masa lalu. Museum yang baru buka itu terlihat masih sepi, hanya 4 buah motor yang terparkir. Belum ada palang atau penanda khusus yang menunjukkan lokasi museum. Papan yang menunjukkan dimana loket, jam operasional museum atau display informasi koleksi nampaknya masih absen.

Koleksinya pun masih terbatas, hanya foto sejarah kota. Rencananya di museum lain akan dipajang koleksi benda seni, budaya, barang-barang antik, kegiatan pengolahan minyak dan dokumentasi aktivitas di Balikpapan. Katanya sudah banyak kurator yang berminat menyumbangkan atau menitipkan koleksinya sebagai benda pajangan. Rumah panggung tersebut berupa rumah satu lantai dengan empat kamar di dalamnya. Dinding tebal, langi-langit tinggi serta jendela yang besar, arsitektur khas Belanda, terlihat mendominasi bangunan tersebut. Rangkaian listrik di sana masih dijaga sesuai aslinya, kabel-kabel tidak ditanam di dinding.

Kayu yang menjadi rangka utama rumah tersebut adalah kayu ulin Belanda (demikian orang sini menyebutnya) yang tebal dan kokoh. Balok kayu yang menjadi pondasi rumah panggung terbuat dari kayu yang berukuran 20 x 20 cm, terlihat kuat menopang. Sebagai komparasi, struktur kayu penyangga  yang biasa digunakan sekarang biasanya hanya berukuran 8 x 8 cm. Awalnya rumah ini didirikan oleh perusahaan minyak Belanda sebagai tempat tinggal orang Belanda yang mengelola Bataafsche Petroleum Maatchappij (BPM). Pemilihan material yang baik mungkin adalah salah satu alasan mengapa bangunan masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Bau cat masih tercium samar-samar. Ketika akan dibuka untuk umum sebagai museum, bagunan ini terlebih dahulu dipugar. Dinding, pagar dan atap dicat hijau. Lantai dan pilar kayu dipelitur. Parit untuk aliran air di sekeliling rumah digali kembali agar sistem pembuangan lancar. Terdapat juga bangunan satelit di sebelah utara rumah yang rencananya akan difungsikan sebagai ruangan sekretariat dan kepengurus museum. Pada bangunan satelit tersebut juga akan dibuat pusat informasi dan toilet untuk pengunjung.

Koleksi foto yang ditampilkan mulai dari ketika industri minyak dikembangkan di Balikpapan hingga perebutan penguasaan kota sumber minyak yang strategis ini di perang Asia-Pasifik. Foto-foto tersebut tertata tapi di partisi-partisi yang ada di setiap ruangan. Pemasangan partisi pameran dimaksudkan untuk mencegah kerusakan dinding dengan tidak memasang paku atau menembel gambar pada temboknya. Setiap foto memiliki sumbernya.

Abah mengisahkan pernah memasuki salah satu gua Jepang di Gunung Sepuluh. Struktur gua jepang biasanya adalah gunung atau bukit yang diceruk dan digali parit, kemudian ditopang dengan plat logam atau tiang di sisi kanan-kiri serta atap untuk menguatkan. Setiap sekitar 10 meter terdapat pipa yang tembus ke atas tanah, fungsinya adalah sebagai ventilasi udara. Ketika memasuki gua, kita kan memasuki lorong sempit yang berujung pada lobby yang ukurannya lebih besar. Di setiap lobby biasanya ada drum berisi air. Kemudian lobby tersebut bercabang menjadi tiga buah lorong. Jika kita meneruskan perjalanan lewat sebuah lorong maka akan berujung pada ruangan seperti lobby juga. Di beberapa titik tinggi terowongan terbatas sehingga orang yang melewatinya harus merangkak. Karena hari menjelang maghrib jadi penjelajahan Abah di sana tidak menyeluruh.

Source http://www.adityaparamasetiaboedi.com http://www.adityaparamasetiaboedi.com/2016/06/dahor-heritage-museum-pertama-di.html
Comments
Loading...