Cagar Alam Kersik Luway

0 57

Kersik Luway

Cagar Alam Padang Luway, yang terletak di Desa Sekolaq Darat, Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur. Sebuah hutan di ketinggian hingga 200 meter di atas permukaan laut dengan pasir putih seluas 20 hektare menghampar sampai jauh mata memandang. Banyak spekulasi tentang keberadaan pasir putih di tengah hutan yang dalam bahasa Dayak Tunjung, Padang Luway lebih populer disebut Kersik Luway, pasir sunyi.

Kersik Luway adalah cagar alam di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Di sini, wisatawan bisa melihat koleksi tanaman langka Indonesia seperti Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) dan Kantung Semar (Nephentes). Cagar Alam Kersik Luway berada di Kabupaten Kutai Barat, tak jauh dari ibukota kabupaten yakni Sendawar. Dalam bahasa lokal, Kersik Luway berarti ‘pasir yang sunyi’. Tak heran, letaknya memang di pedalaman Kalimantan.

 

Kersik Luway punya hamparan pasir yang ditumbuhi beragam tanaman langka seperti Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) dan Kantung Semar (Nephentes). Wisatawan bisa mengeksplorasi cagar alam ini dan mencari beragam tanaman unik di dalamnya. Penjaga hutan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kaltim, Didimus menuturkan dulu adalah lautan, namun perlahan menyurut. Teori lain mengatakan, pasir di hutan ini berasal dari letusan gunung berapi ribuan tahun silam.

Hutan ini memang sunyi. Barangkali itulah cara alam menjaga sang putri seksi, bernama anggrek hitam (Coelogyne pandurata Lindl) agar tak terusik. Hidupnya tidak lama. ”Anggrek hitam hanya bertahan segar tiga hari, pada hari keempat sudah mulai layu,” kata Didimus.

Didimus memberi keyakinan jika sudah bertemu dengan anggrek layu, itu pertanda tak lama lagi kami akan diberi kesempatan ”bertamu” ke rumah ”si putri seksi” yang memang wisatawan cari. Setelah melewati setapak, di mana pasir putih menghampar, Klikers bakal masuk ke sebuah lubuk yang dinaungi rimbun pepohonan. Tepat di bawah pohon, daun-daun anggrek tampak bergerombol. Tak disangka ada sesuatu yang mencuat tetapi terhalang dedaunan.

Tangkainya yang hijau tampak begitu segar dan kokoh menyangga enam helai bunga. Dan kepingan-kepingan bunganya berkelok ritmis seperti melindungi putik yang menebar warna hitam. Jika didekati bunga ini menguarkan wangi yang unik, khas campuran aroma kesunyian pasir dan hutan. Hanya yang punya imajinasi yang bisa membayangkan keharumannya.

Hutan yang sunyi tiba-tiba seperti berubah menjadi taman firdaus, tempat di mana seluruh keharuman dan kedamaian bersemayam. Sebuah hamparan taman penuh bunga, di mana kawanan kantong semar seolah menyimpan air kehidupan dan mengusir serangga-seranggga pengganggu kedamaian. Habitat yang asri bagi 47 jenis anggrek hutan yang kini ada di Kersik Luway.

Source http://www.klikbontang.com http://www.klikbontang.com/berita-7804-menengok-surganya-tanaman-langka-di-kersik-luway-kutai-barat.html#page1
Comments
Loading...