Buntu Sarira : Legenda Tangga Menuju Langit di Tana Toraja

0 91

Buntu Sarira

Tana Toraja punya negeri di atas awan lainnya. Namanya adalah Buntu Sarira. Keberadaannya menjulang tinggi, 1231 meter di atas permukaan laut dan didominasi oleh pegunungan. Semakin menegaskan bahwa Toraja, benar-benar negeri di atas awan. Selain lanskapnya yang unik, lokasi ini juga punya legenda yang konon masih berhubungan dengan dewa.

  

Lokasi Buntu Sarira

Secara administratif, kawasan ini masuk dalam Kelurahan Sarira, Tilanga’, Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja. Jika Teman Traveler penasaran ingin berkunjung ke negeri di atas awan ini, bisa menuju Permandian Alam Tilanga’ lebih dulu. Cari jalan menuju Lembah Gunung Sarira. Karena dari sana, pendakian menuju puncak negeri di atas awan akan dimulai.

Sulitnya Mencapai Buntu Sarira

Untuk mencapai puncak, tidak ada jalan yang mudah. Demikian saat akan menuju titik tertinggi dari Gunung Sarira ini. Pertama, Teman Traveler harus trekking selama kurang lebih 45 menit hingga bertemu dengan sebuah pondok kecil di perkebunan milik warga. Istirahat sebentar, sembari menyiapkan stamina sebab perjalanan setelahnya akan melewati tebing-tebing curam.

Bebatuan dan semak yang harus didaki, berkontur menanjak. Tetapi, sesampainya di Buntu Sarira setelah 2 jam mendaki, Teman Traveler akan melihat pemandangan yang luar biasa. Pendakian yang sulit pun terbayarkan. Meski bagaimana pun, harus tetap berhati-hati ya.

Legenda Buntu Sarira

Legenda Buntu Sarira tidak lepas dari kepercayaan masyarakatnya; percaya dengan dewa-dewa. Saat masyarakat setempat akan melaksanakan sebuah kegiatan, mereka biasanya pergi ke langit untuk bertanya bolehkah kegiatan tersebut dilakukan atau tidak.

Konon, suatu ketika, manusia membuat penghuni langit gempar. Puang Matua, penghuni langit, marah. Namun, Puang Mata masih bersabar.

Hingga akhirnya, Puang Matua benar-benar marah sebab manusia kembali melakukan kesalahan. Dengan amarahnya, ia menendang tangga yang menghubungkan bumi dengan langit. Tangga menuju langit tersebut pun berserakan.

Dalam sekejap, kawasan tersebut berubah jadi lautan. Menurut kepercayaan masyarakat Toraja, sisa kemarahan Puang Matua itulah yang menjadi gugusan pegunungan batu yang terbentang di Sulawesi Selatan; mulai dari Inrekang sampai Toraja. Lanskap tersebut, kemudian dikenali dengan nama Gunung Sarira.

Source https://travelingyuk.com https://travelingyuk.com/buntu-sarira/134719/
Comments
Loading...