Bukit Steling Samarinda

0 139

Bukit Steling Samarinda

Lokasi Gunung Steling ini berada dalam wilayah Samarinda, bagian dari kecamatan Samarinda Ilir. Untuk menuju kawasan ini, bisa dilakukan dengan berkendara menuju kelenteng Thien Ie Khong atau Pelabuhan Samarinda, melewati jembatan Selili yang di bawahnya adalah Sungai Karang Mumus, menuju persimpangan jalan Gurami – jalan Lumba-Lumba dan belok kanan masuk jalan Lumba-Lumba.

Jalan Lumba-Lumba relatif mengikuti kaki perbukitan Gunung Steling. Puncak Gunung Steling dapat dicapai secara umum lewat dua jalur. Jalur 1 melewati Gang 01, dan jalur 2 melewati Gang 13. Keduanya di jalan Lumba-Lumba.

 

Catatan lama di buku terbitan tahun 1892 berjudul “Borneo: It’s Geology & Mineral Resources” hasil tulisan Theodor Posewitz yang aslinya berbahasa Jerman dan diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Frederick H. Hatch menyebutkan tentang kawasan bernama G. Salili.

Gunung Salili alias Gunung Selili atau Gunung Steling, disebutkan karena keterdapatan batubaranya, yang menurut catatan di buku tersebut, mencapai 200.000 ton.

Adaptasi kata “Steling” yang mungkin berasal dari kata “Steeling” yang bermakna ‘menguatkan’ ini, boleh jadi muncul dikarenakan keberadaan bukit tersebut yang dianggap menguatkan kawasan tersebut dari terjangan energi arus Sungai Mahakam yang sebelumnya berarah N 130 E (relatif barat – timur) di sepanjang jalan Yos Sudarso, berubah mendadak menjadi N 195 E (relatif utara – selatan) setelah muara Sungai Karang Mumus.

Perubahan mendadak arah Sungai Mahakam ini, sejatinya disebabkan oleh terjadinya patahan di kala Miosen Tengah hingga Miosen Akhir (12 juta hingga 5 juta tahun lalu), sehingga alur sungai Mahakam berkelok mengikuti bidang lemah batuan yang terbentuk akibat patahan tersebut.

Di sisi lain, istilah “Steling” atau “Steleng” ternyata di era pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia, cukup populer untuk merujuk ke istilah untuk ‘tempat pertahanan’ atau ‘benteng perlindungan’. Posisi bukit tersebut memang strategis untuk melihat sisi Sungai Mahakam yang lebih hilir, mengantisipasi lebih awal kapal yang datang dan melakukan persiapan sebagaimana mestinya.

Source http://visitkaltim.id http://visitkaltim.id/attraction/bukit-steling-samarinda
Comments
Loading...