Bukit Sampuraga

0 146

Sampuraga adalah sebuah cerita rakyat dengan beberapa versi. Versi pertama berasal dari kisah nama tokoh cerita dari suku Dayak Tomun yang berasal daerah Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia, di Lamandau Legenda Bukit Sampuraga bercerita tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan karena itu dikutuk menjadi bukit batu. Sebuah bukit yang mirip reruntuhan kapal yang telah membatu di desaKarang Besi, Kabupaten Lamandau, tepatnya 2 kilometer dari tepian sungai Belantikan, dinamai menurut legenda ini.

Bukit Sampuraga, demikian nama obyek wisata Pemerintah Kabupaten Lamandau tersebut, diyakini memiliki bagian dek dan layar kapal Sampuraga. Cerita rakyat yang mirip dengan kisah Malin Kundang dari Padang tersebut mempunyai versi kedua yang jauh lebih terkenal di Indonesia, yaitu legenda Kolam Sampuraga dari daerah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Begitu juga dengan Legenda Batu Bangkai dari Kalimantan Selatan. Dayak Tomun sebagai pewaris cerita Sampuraga merupakan nama suku besar dayak yang bermukim di daerah aliran Sungai Lamandau, tepatnya di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Melalui jalan setapak, kita akan mendaki bukit ini untuk mencapai puncak. Tidak terlalu tinggi, hanya berkisar 375 meter di atas permukaan laut. Tapi jangan dianggap mudah. Untuk mendaki bukit ini diperlukan tenaga ekstra karena sudut kemiringan untuk mendaki kurang lebih 45 derajat bahkan lebih. Dan juga jalan setapak yang berbatu dan licin akan memerlukan konsentrasi yang tinggi. Tetapi kelelahan itu akan terbayar ketika kita tiba di puncak bukit. Kita akan melihat pemandangan yang sangat luar biasa. Tidak jauh dari desa ini juga, kita dapat menemui air terjun kecil tetapi memiliki keindahan dan kesegaran yang menarik.

Ditempuh lebih kurang 1 jam perjalanan dengan menggunakan kelotok (perahu kecil bermesin) dan dilanjutkan dengan berjalan kaki, maka kita akan sampai di air terjun yang dinamakan Riam Lomoyo. Pasti setelah melihat keindahan ini, kita berpikir untuk mewariskannya kepada anak-cucu kita nanti. Agar mereka masih dapat melihat keindahan ciptaan Tuhan yang luar biasa. Wariskanlah semua ini dengan SEMPURNA, tanpa mengurangi sedikitpun dari keindahannya. Apalagi sampai merusak atau menghancurkannya.

Source https://www.facebook.com https://www.facebook.com/pg/fixyouphotographic/photos/?tab=album&album_id=711271098915671
Comments
Loading...