Bukit Pampaea di TN Rawa Aopa Watumohai, Bombana

0 94

Bukit Pampaea

Bukit Pampaea dapat dicapai dengan mudah melalui jalan trail sepanjang 10 km dari jalan Poros Tinanggea-Lantari Jaya. Di sepanjang bukit, jalan trail telah mengalami pengerasan alami karena tanah di Bukit Pampaea tersusun atas batu-batuan, pasir dan kerikil. Memanfaatkan kendaraan roda dua, motor dapat dipacu dengan kecepatan lebih dari 30 km/jam. Lebih enak lagi kalau kendaraan yang dibawa jenis trail, lebih mudah manuver menyusuri jalan-jalan kecil. Sedapat mungkin tidak bonceng penumpang agar perjalanan menjadi lebih nyaman.

Kondisi Umum

Bukit Pampaea berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Bombana. Luasnya lebih dari 1500 ha dan didominasi oleh ekosistem savanna. Lahan berhutan dijumpai membentuk spot-spot dan biasanya hanya tumbuh di sekitar aliran sungai atau genangan air (rawa). Ekosistem ini tergolong unik karena rumput yang tumbuh selalu pendek, baik pada musim penghujan maupun kemarau. Ketinggiannya tidak melebihi lutut orang dewasa. Ini berbeda dengan kondisi umum savanna lainnya dimana pada musim penghujan rumput bisa mencapai ketinggian orang dewasa sedangkan musim kemarau nyaris habis karena kering. Faktor penyebabnya adalah lahan yang didominasi oleh pasir, kerikil dan bebatuan sehingga rumput atau pohon sulit tumbuh.

Dalam pengelolaan kawasan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW), kawasan ini berada pada wilayah Resort Langkowala, SPTN Wilayah II. Posisinya berada di atas zona rimba sehingga memungkinkan dilakukan kegiatan wisata terbatas. Kondisi lingkungan yang masih alami, daya tarik panorama alam, aksesibilitas yang mudah dan keunikan-keunikan flora/faunanya menyebabkan kawasan ini layak untuk dimasukkan dalam daftar rencana kunjungan wisata kita.

Aktivitas Wisata

Berikut ini beberapa aktivitas wisata yang cukup menarik dilakukan di Bukit Pampaea dan kawasan sekitarnya :

Photo hunting

Panorama Bukit Pampaea pada musim kemarau dan penghujan relatif mirip. Kondisi yang paling membedakan adalah warna rerumputan. Pada musim penghujan, Bukit Pampaea diselimuti rumput berwarna hijau, sedangkan pada musim kemarau warnanya coklat kekuning-kuningan mirip padi yang telah tua. Jika ingin mengabadikan luasnya savanna sebaiknya fotografer mengambil gambar dari posisi puncak bukit. Terdapat beberapa pilihan panorama, seperti hamparan savanna di perbukitan, savanna dikelilingi kelompok-kelompok hutan atau hamparan savanna dengan background Gunung Watumohai.

Bagi para penikmat foto malam, hamparan savanna yang bergunduk-gunduk dapat dipotret dengan background bintang. Obyek foto dapat diganti sesuai minat fotografer misalnya gundukan savanna diganti dengan obyek manusia atau tenda di atas perbukitan. Background masih mempertahankan hamparan bintang-bintang di langit.

Pengamatan burung

Pengamatan burung dapat dilakukan pagi pukul 06.00-09.00 maupun sore hari pukul 15.00-18.00 WITA. Pada waktu-waktu tersebut, cahaya matahari intensitasnya tidak terlalu banyak sehingga lebih mudah mengatur pencahayaan kamera. Selain itu, burung-burung juga lebih mudah dijumpai karena mamasuki waktu bangun dan menjelang tidur. Pada waktu pagi dan sore mereka memiliki perilaku lebih atraktif, berkicau dan berinteraksi satu dengan lainnya.

Jenis burung yang cukup menarik sebagai obyek pengamatan adalah elang, maleo dan kakatua kecil jambul kuning. Dari ketiga spesies tersebut, elang tergolong paling mudah dijumpai. Jenis yang cukup banyak tinggal di kawasan ini adalah elang ular Sulawesi, biasa dijumpai bertengger di pepohonan pinggir savanna atau sungai. Makanannya tikus, ular atau burung-burung kecil. Pengamatan elang dapat pula dilakukan pada lokasi sarangnya. Mereka membangun sarang dari ranting-ranting dan disusun di atas percabangan pohon pulai. Ukuran diameter sarang sekitar 1 m.

Akses Mencapai ke Bukit Pampaea

Dari arah Kendari, Bukit Pampaea dapat dicapai dengan memanfaatkan jalur : Baruga – Punggaluku – Tinanggea – Palang II – Bukit Pampaea. Rute Baruga-Palang II merupakan jalan beraspal dengan kualitas bagus, dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat (pribadi / angkutan). Tersedia angkutan yang melayani jalur Baruga-Bombana dengan tariff Rp 50.000,- / orang dengan tujuan Palang I. Setelah mengurus tiket masuk di Kantor Balai TNRAW, perjalanan dapat dilanjutkan dengan sewa motor/ojeg ke lokasi. Lebih bagus lagi kalau telah memiliki kendaraan pribadi. Dari Palang I menuju Palang II memakan waktu sekitar 30 menit melintasi jalan aspal selebar 9 m. Perjalanan kemudian dilanjutkan melintasi jalan setapak menuju Bukit Pampaea dengan waktu tempuh sekitar 30-60 menit. Sebagian jalan setapak ini masih berupa tanah liat, jadi disarankan waktu kunjungan lebih baik menghindari bulan-bulan dengan curah hujan sangat tinggi.

Source https://rawaaopawatumohai.id https://rawaaopawatumohai.id/asyiknya-obyek-wisata-alam-bukit-pampaea-tn-rawa-aopa-watumohai/
Comments
Loading...