Bukit Langara Kalimantan Selatan

0 45

Bukit Langara

Bagi yang suka jalan menanjak untuk sekedar mencari keringat dan membuat otot paha bekerja sepertinya Bukit Langara dapat menjadi salah satu tempat tujuan.  Bukit Langara juga menawarkan panorama Kalimantan Selatan yang begitu indah, dari atas bukit akan terlihat hutan belantara yang hijau dan asri. Bukit Langara berlokasi di Pantai Ulin Desa Lumpangi Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Dari Banjarmasin (Kalimantan Selatan), diperlukan waktu sekitar 3 jam lebih.

Lokasi perberhentian pertama untuk mencapai Bukit Langara bisa berpatokan di Mesjid kecil tempat Kubah Habib Lumpangi. Pengunjung yang membawa mobil bisa parkir di halaman masjid ini.  Setelah itu dilanjutkan dengan jalan kaki ke arah belakang masjid. Bagi yang membawa sepeda atau motor mungkin masih bisa menjalankan sampai ke Makam Habib Lumpangi.

Perjalanan masih santai sambil menikmati udara segar dan teduhnya hutan tropik dan juga terdengar suara air sungai yang mengalir di pinggir jalan setapak.  Sampai akhirnya bertemu dengan jembatan gantung. Di ujung jembatan ini, dapat dilihat makam Habib Lumpangi. Sedangkan untuk menuju Bukit Langara, kita akan mengambil jalan setapak di sebelah kanan. Jalan setapak dari tanah ini kadang becek dan licin kalau hujan.  Setelah jalan santai, jalan akan mulai menanjak. Jika memungkinkan dan mempermudah jalan menanjak, mungkin bisa menggunakan tali.

Perjalanan menanjak ini tidak berhenti sampai puncak Bukit Langara. Setelah jalan tanah yang menanjak, maka jalan tanah akan digantikan dengan batu tajam dan menanjak (juga).

Untuk melewati batu-batu ini terkadang kita harus berpegangan di batu-batu tersebut.  Karena batunya tajam, jadi ada baiknya pengunjung menggunakan sarung tangan yang tebal agar tangan tidak terluka.

Dari awal perjalanan sampai ke puncak bukit ini tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya sekitar kurang 30 menit. Jika kita ingin sampai ke puncak perlu stamina yang bagus agar nafas bisa teratur dan saat perjalanan mata tidak berkunang-kunang.

Source Bukit Langara
Comments
Loading...