Betang Damang Batu, Desa Tumbang Anoi

0 46

Desa Tumbang Anoi

Desa Tumbang Anoi masuk wilayah Kecamatan Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas. Untuk menuju ke sana hanya ada tiga pilihan jalan :

Pertama,  jalur air dari Kota Palangka Raya sampai ke Kuala Kurun atau Tewah dengan menggunakan speed boat memakan waktu  ± 6 jam, jika air cukup dalam kita dapat sampai ke Tumbang Miri (Ibukota Kecamatan Kahayan Hulu Utara) dengan memakan waktu ± 7 jam, dari sana kita langsung mencari perahu motor kecil atau kelotok menuju ke lokasi dengan memakan waktu ± 4-5 jam.

Kedua, jalur darat dari Palangka Raya ke Kuala Kurun dengan menggunakan mobil sekitar 5 jam, dari Kuala Kurun kita mencarter kelotok langsung menuju Tumbang Anoi.

Ketiga, dari Palangka Raya ke Kasongan jika menggunakan mobil dari sana kita ke Tumbang Samba memakai speed boat disana kita bermalam, ke esokan harinya kita mencari kelotok menuju Tumbang Manggu dengan memakan waktu 4 jam sesudah itu kita memakai kendaraan sampai Km 65, dari sini dengan perahu rangka bermotor menyusuri  sungai kecil masuk ke Sungai Mohoroi menembus ke Sungai Kahayan selama ½  jam setelah melewati desa-desa Tumbang Mohoroi dan Karetau Surian akhirnya kita sampai di Tumbang Anoi, jika semuanya berjalan mulus perjalanan lewat jalur ini kita tempuh hanya dalam 1 hari saja.

Hasil gambar untuk Betang Damang Batu, Desa Tumbang Anoi

Latar Belakang Sejarah

Situs Betang Damang Batu yang di desa ini berdenah empat persegi panjang dengan menghadap Sungai Kahayan tapi sekarang hanya tinggal puing tiang-tiang.

Informasi betang dibangun Tamanggung Runjan tahun 1868 seprang penduduk asal Tumbang Pajangei (Kecamatan Tewah). Tahun 1876 ia pindah lagi ke Tanjung Rendan (Kecamatan Kapuas Hulu) dan betang yang belum selesai itu dijual pada keponakannya Damang Batu. Masa itu masyarakat Suku Dayak di seluruh Borneo berada tradisi yang cukup brutal.

Keadaan jadi tidak aman masyarakat merasa tidak tentram melakukan aktifitas sehari-hari mencari kehidupan. Pemerintah berakibat menurun hasil pajak yang selama ini hasil rakyat, para pejabat digaji Belanda dengan Besluit Gubernemen diminta pertanggungjawabannya. Perkara yang ada harus diselesaikan secara hukum adat mengaturnya tidak ada maka berlaku hokum Pemerintahan Belanda. Tumbang Anoi tempat berlangsungnya persidangan dari tanggal 24 Mei – 21 Juli 1894 di Betang Damang Batu.

Source http://sejarahkalimantantengah.blogspot.com http://sejarahkalimantantengah.blogspot.com/2012/06/situs-betang-damang-batu.html
Comments
Loading...