Benteng Marlborough, Wisata Gedung Bersejarah di Bengkulu

0 24

Benteng Marlborough

Benteng Marlborough merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang berada di Bengkulu Benteng Marlborough ini memiliki daya tersendiri karena selain langka, desain dari bangunan benteng ini juga masih asli tanpa adanya renovasi yang signifikan, tipikal desain pada abad ke 17 –an. Kedekatan lokasi gedung tua ini dengan pantai, menjadikan sebuah perpaduan antara alam dan budaya yang berjalan dinamis.

   

Selain menjadi tempat wisata, Benteng Marlborough juga dapat dijadikan sebagai referensi untuk melakukan penelitian tentang sejarah. Setiap wisatawan yang berkunjung ke tempat bersejarah ini dapat menyempatkan waktunya untuk berkunjung ke pantai Paderi dan pantai Zakat yang terletak tidak jauh dari Benteng Marlborough. Di sekitar Benteng Marlborough terdapat sebuah jembatan yang sangat unik. Dimana jembatan ini berbentuk layaknya sebuah ekor yang bisa di lepas pasang. Bentuk bangunan dinding bagian luar juga masih natural, Nampak seperti parit.

Fungsi Bangunan di Dalam Benteng Marlborough

Bastion

Bastion Adalah sebuah bangunan menjorok yang terletak di setiap sudut sudut gedung. Fungsi dari bangunan ini adalah untuk menyerang musuh dengan tidak menampakkan dirinya.

Revaline

Revaline Adalah Sebuah Bangunan diatas parit yang mempunyai tiga sudut. Bangunan terhubung dengan sebuah benteng melalui sebuah jembatan.

Ruang Tahanan

Ruang tahanan adalah salah satu tuang yang paling menyeramkan dari Benteng Marlborough Bengkulu ini. Ruangan ini berfungsi sebagai tempat menampung para tahanan pada masa penjajahan.

Gudang Persenjataan

Tempat yang digunakan untuk menyimpan perlengkapan persenjataan oleh pemerintahan Inggris, yang termasuk didalamnya adalah meriam.

Beberapa Meriam

Sebuah senjata peninggalan inggris yang pada masanya digunakan untuk peperangan. Terdapat 4 meriam yang diletakkan di tempat terpisah, yaitu dua meriam diletakkan disebelah utara dan dua lainnya diletakkan disebelah timur.

Terowongan

Di dalam Benteng Marlborough terdapat sebuah terowongan dengan lebar 2 meter dan panjang kurang lebih 6 meter. Terowongan ini dibangun di bawah tanah dan berfungsi sebagai jalur aman untuk keluar masuk benteng. Konon berdasarkan berita yang beredar, Terowongan ini pada mulanya sangat panjang. Bahkan ujung dari terowongan ini memiliki beberapa cabang yang berujung di pantai Paderi, Pantai Zakat dan Istana Gubernur. Dan seiring berjalannya waktu, terowongan ini tertutup tanah dan yang tersisa saat ini hanya sepanjang 6 meter.

Sejarah Benteng Marlborough

Benteng Marlborough adalah warisan peninggalan Pemerintah Inggris pada saat menguasai daerah Bengkulu. Bangunan ini didirikan pada tahun 1713 sampai dengan 1719, oleh East India Company (EIC) dan Gubernur yang sedang memimpin pada saat itu adalah Joseph Collet.

Nama “Marlborough” sendiri diambil dari nama Bangsawan Penjajah Inggris yang bernama lengkap Duke of Marlborough I. Pemerintah Inggris pada masa itu menduduki kawasan ini pada tahun 1685 hingga 1825, atau sekitar 25 tahun. Bentang Marlborough Bengkulupada mulanya dibangun di atas sebuah bukit, dan konon katanya merupakan benteng terkuat diantara bangunan jajahan Inggris lainnya.

Lokasi Benteng Marlborough

Benteng Marlborough berada di pusat kota Bengkulu, tepatnya berada di jalan Bencoolen. Lokasi Bangunan tua ini berdekatan dengan Pantai Paderi dan pantai Zakat Bengkulu. Akses untuk menuju lokasi sangat mudah, karena tersedia berbagai macam angkutan baik darat, laut, maupun udara.

Rute dengan menggunakan transportasi Udara; Bandara Fatmawati => Pasar Panorama => Alun-alun/Fort MarlBorough Rute dengan menggunakan Bus; Terminal Sungai hitam => Prapto/Pasar Panorama => Alun-alun/ Fort MarlBorough Rute apabila berangkat dari Kota Bengkulu; Kota Bengkulu => Jalan Sudirman => Jalan Bencoolen => Benteng Marlborough Tidak jauh dari lokasi terdapat sebuah hotel yang letaknya tidak jauh dari Tugu Square. Hotel tersebut disediakan untuk wisatawan yang ingin menginap dan bermalam. Harga Tiket Masuk Benteng MarlBorough: Rp.2.500.

Source https://www.tabloidwisata.com https://utiket.com/id/obyek-wisata/bengkulu/80-gunung_kaba.html
Comments
Loading...