Benteng Kuto Besak, Saksi Perjuangan Rakyat Palembang

0 15

Benteng Kuto Besak merupakan benteng pertahanan yang dibangun pada saat Kesultanan Palembang dipimpin Sultan Mahmud Badaruddin I. Benteng sepanjang 188,75 meter ini berdiri kokoh menghadap sungai Musi yang membelah kota Palembang. Arsitekturnya yang unik dengan gaya Eropa membuat benteng ini menjadi salah satu obyek wisata andalan Sumatera Selatan.

Pada jaman penjajahan, benteng berdinding batu ini digunakan sebagai tempat perlindungan rakyat. Dilihat dari arsitekturnya, desain Benteng Kuto Besak ini mengambil ornamen benteng di Perancis. Setiap sudut benteng diperkokoh dengan bastion. Bahan pembuatannya menggunakan batu kapur yang didatangkan dari daerah Ogan Komeling Ilir. Proses pembangunan benteng ini memakan waktu selama 17 tahun. Kuto Besak berdiri kokoh dengan lebar 183,75 meter dan tinggi 9,99 meter serta tebal 1,99 meter.

 

Letaknya yang berada diatas ketinggian 10 meter memungkinkan para wisatawan bisa melihat kapal yang berlalu-lalang di sungai Musi. Benteng pertahanan ini dibangun di atas lokasi yang strategis. Benteng dikelilingi oleh sejumlah sungai sehingga seolah-olah benteng berdiri di atas pulau kecil. Sungai yang mengelilingi benteng ini antara lain sungai Musi di sisi selatan, sungai Sekanak di sisi barat, sungai Tengkuruk di sisi timur dan sungai Kapuran di sisi utara.

Tak hanya berfungsi sebagai benteng, keberadaan Kuto Besak juga merefleksikan masyarakat Palembang yang multietnis di era Kesultanan Palembang Darussalam. Pada proses pembangunan, pengawasan dipercayakan kepada seorang supervisor Cina. Sementara para pekerja merupakan orang asli Palembang. Orang Cina dan warga asli Palembang bisa bekerjasama untuk menghasilkan bangunan yang membanggakan seperti Kuto Besak. Keharmonisan antaretnis di Palembang bisa dilihat saat perayaan Cap Go Meh yang sangat meriah di Pulau Kemaro.

 

Saat ini Benteng Kuto Besak digunakan sebagai Komanda Daerah Militer (Kodam) Sriwijaya dan merupakan bangunan cagar budaya milik Palembang. Jika dilihat dari daerah Seberang Ulu atau Jembatan Ampera, pemandangan Kuto Besak yang terlihat adalah pelataran luas dengan latar belakang deretan pohon palem di halamannya. Setiap sore berbagai aktivitas masyarakat dilakukan di pelataran benteng Kuto Besak yang mulai ditata oleh pemerintah Palembang.

Pemandangan tersebut dipercantik dengan adanya menara air di Kantor Wali Kota Palembang. Tak jauh berbeda dengan pemandangan Jembatan Ampera di malam hari, Benteng Kuto Besak menyuguhkan suasana yang tenang dengan paduan deretan cahaya lampu di sepanjang benteng. Setelah melihat betapa hebatnya bangunan Kuto Besak, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke obyek wisata lain di Palembang.

Source http://panduanwisata.id http://panduanwisata.id/2013/03/08/benteng-kuto-besak-saksi-perjuangan-rakyat-palembang/
Comments
Loading...