Benteng Kota Janji, Tempat Wisata Sejarah Kota Ternate

0 46

Benteng Kota Janji

Benteng yang oleh penduduk setempat disebut dengan benteng Kota Janji ini dibangun oleh penguasa Portugis di suatu lokasi pada ketinggian 50 meter dari permukaan laut di sebelah utara Kelurahan Ngade. Di benteng ini pernah bertemu dua kolom pasukan yang dibagi oleh Don Pedro de Acuna, Gubernur Jenderal Spanyol di Filipina yang pada tanggal 15 Januari 1606 mulai berlayar ke Maluku dan pada 26 Maret tiba di Teluk Talangame. Pertemuan dua kolom pasukan yang terkoordinir dengan baik ini adalah dalam rangka serangan gabungan antara orang Spanyol dan orang Tidore terhadap Ternate yang dimulai pada waktu subuh tanggal 1 April 1606. Pada saat serangan terjadi benteng ini baru saja dibangun.

Dalam serangan tersebut, Don Pedro mengerahkan prajurit lapangannya pada posisi untuk mengadakan pagar penembakan dan sekaligus mengetahui bahwa orang Ternate banyak mempunyai meriam besar untuk membalas tembakan mereka. Gerakan Spanyol yang menjadi ancaman pada benteng, menjadikan para pembela benteng berspekulasi keluar dari tembok untuk bertempur satu lawan satu. Pada siang harinya prajurit pertahanan tersebut menjadi lelah dan banyak yang menyerah, sehingga orang Spanyol mendapatkan kemenangan.

Dari benteng inilah Don Pedro mengalihkan prajuritnya untuk mengepung Kastil dan kota Gammalamma, markas besar dan tempat tinggal Sultan Ternate pada masa itu. Namun sebelum orang Spanyol sampai ke tempatnya (Kastil), Sultan Said (cucu Sultan Khairun) telah pergi (Anonim,1992:84). Pada tahun 1610 benteng ini oleh penguasa Spanyol dilengkapi dengan 6 meriam dan dihuni oleh 27 orang Spanyol, 20 orang Portugis dan beberapa orang Filipina.

Kondisi benteng saat ini secara fisik struktur batuannya masih dalam keadaan baik, meski pernah terjadi keruntuhan tembok dindingnya (Foto 46). Ini dimungkinkan pernah ada renovasi terhadap benteng San Pedro y San Pablo. Jika telah ada renovasi, yang tidak diketahui kapan tepatnya, maka upaya tersebut telah menghilangkan keaslian bahan baku penunjangnya. Ini dikarenakan bentuk yang ada sekarang secara kasat mata masih sangat kasar, sehingga tidak mencerminkan bangunan benteng bersejarah. Hanya struktur kolam di depan benteng sajalah yang masih terlihat keasliannya. Termasuk lubang sumur dekat dinding barat daya benteng ini.

Source https://mengenalternate.wordpress.com https://mengenalternate.wordpress.com/2014/08/02/benteng-kota-janji/
Comments
Loading...