Benteng Barneveld : Tempat Wisata Sejarah (Halmahera Selatan)

0 25

Benteng Barneveld

Benteng Barneveld yaitu peninggalan Portugis dan Belanda yang berada di Jalan Benteng Barneveld, Amasing Kota. Dan sekarang Benteng Barneveld ini di jadikan tempat wisata sejarah dan benteng ini memiliki keunikan Dari atas benteng ini, Anda sanggup melihat pantai dan perkampungan penduduk serta keindahan panorama lainnya. Selain itu, di benteng ini kita juga sanggup melihat meriam berusia ratusan tahun. Benteng Barneveld yaitu salah satu wisata sejarah di Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Sejarah Benteng Barneveld

Pada tahun 1558 bangsa Portugis tiba dan bermukim di Labuha, mereka mendirikan sebuah benteng kecil. Tidak usang benteng ini dibangun, bangsa Spanyol tiba berdagang di benteng ini yang lalu harinya benteng ini justru direbut oleh Spanyol dari Portugis. Tahun 1609 Laksamana Muda Simon Hoen bersama dengan Sultan Ternate menuntut Spanyol supaya benteng ini diserahkan kepada mereka. Benteng ini pun segera diserahkan oleh Spanyol.
Kemudian benteng ini direnovasi dan diperkuat atas gagasan Hoen, Louis Schot dan Jan Dirkjzoon. Empat bastion kemudian dibangun dan benteng ini dinamai dengan nama Barnaveld. Ketika dikuasai Belanda pada tahun 1609, benteng ini dipugar dengan kapur dan batu. Di tengah-tengah benteng dibangun sebuah rumah yang kokoh dengan atap dari rumput kering dan ruangan bawah tanah dengan dinding setebal satu kaki.
Di sekitar benteng ditemukan watu prasasti besar dengan goresan pena Latin dan di bab kanan watu prasasti tersebut terdapat tanda keluarga Pieter Both, Gubernur Jenderal pertama VOC. Benteng berbentuk segi empat dilengkapi dengan tembok pertahanan yang rendah. Pada tembok pertahanan ini ditempatkan masing-masing sebuah bastion lengkap dengan meriam. Pintu gerbang utama dibangun berbentuk melengkung, menghadap ke arah Sungai Amasing yang konon menjadi pintu masuk ke Teluk Labuha yang menghadap ke Selat Bacan.
Benteng ini pernah diperluas dan dilengkapi dengan sebuah sumur dan sebuah tangga dari batu. Kemudian di dalamnya terdapat bangunan-bangunan kolonial lain sebagai pendukung kegiatan dalam benteng tersebut. Pada waktu ditinggalkan oleh Belanda, benteng ini tidak terurus dan sempat diselimuti oleh semak belukar serta beberapa pohon beringin besar. Namun, ketika ini pemerintah kawasan setempat telah menata kembali Benteng ini dengan baik.
Source http://melisatravel.blogspot.com/2015/06/benteng-barneveld-wisata-sejarah-pulau.html http://melisatravel.blogspot.com/2015/06/benteng-barneveld-wisata-sejarah-pulau.html
Comments
Loading...