Batu Capeo Kota Ambon

0 12

Batu Capeo

Kota Ambon yang terletak pada Provinsi Maluku, ini terkenal dengan rempah-rempah dan panoram pantai, serta pemandangan bawah laut yang indah, Teluk Ambon misalnya, jika diamati dari tempat yang tepat terlihat ibarat maha karya. Tempat terbaik untuk melihat keindahan panorama Teluk Ambon, adalah Bukit di kawasan Batu Capeo di Desa Amahusu kecamatan Nusaniwe.

Di kawasan ini Konon katanya tempat ini merupakan basis pertahanan Belanda, menghadapi pasukan udara bala tentara Jepang. Buktinya ada sebuah tempat yang disebut, ‘Suklit’ yang berasal dari kata Zoechlicht, atau lampu sorot untuk menembak pesawat tempur musuh di malam hari. Tempat tersebut kini tinggal bekasnya saja. Setelah direbut, tentara Jepang menjadikannya sebagai basis pertahanan menghadapi tentara sekutu dalam Perang Dunia II. Salah satunya di batu lubang.

Di goa bercabang tiga di bawah bukit, walau meriam-meriam milik tentara Jepang ini telah raib entah kemana, tetapi bekas-bekasnya juga masih ada. Menyusuri kawasan batu Capeo ini menjadi tantangan tersendiri. Karena sebagian besar daerahnya terjal dan berdiding karang, tumbuh pohon-pohon besar berusia ratusan tahun, dari puncak bukit hingga tepi pantai di bawahnya, membuat kawasan ini sulit dimasuki orang.

Batu Capeo artinya batu ‘ber-topi’. batu karang setinggi kurang lebih tujuh meter di tepi pantai tak jauh dari bukit Bendera yang terjal itu. Bentuknya unik dengan bagian puncak yang melebar ke arah samping mirip topi lebar milik kaum wanita. “Dari hikayat yang diturunkan orang dulu-dulu, konon ‘topi karang’ itu berasal dari topi milik puteri raja dari negeri Soya, yang tertiup angin lalu jatuh di atas batu karang, itu topi milik nona Luhu yang berkelana dengan  kuda meninggalkan negerinya.

Kepergian Putri Luhu dari Soya, membuat panik orangtuanya, kerabat maupun seluruh penduduk negeri. Siang malam dia dicari. “Topi nona Luhu ditiup angin waktu dia dengan kudanya berada di gunung yang sekarang disebut gunung nona. Topi terbang melayang ke pantai dan ketika ia ingin berhenti hendak mengambilnya, topi itu tiba-tiba menjelma menjadi sebuah batu. Batu itu kemudian diberi nama “Batu Capeu”.

Kisah ini memberi makna yang dalam kalau tempat-tempat yang disebutkan dalam cerita ini pernah jadi pusat perhatian dan aktifitas orang-orang dari generasi terdahulu. Di kawasan ini banyak Orang sering menunggu momen terbenamnya matahari (sunset), dari bukit ini. karena pada waktu terbenamnya matahari sangat terlihat jelas. sehingga banyak pengunjung yang datang untuk mengambil gambar dan berfoto di kawasa ini.

Source https://imanuela23.wordpress.com https://imanuela23.wordpress.com/2014/06/25/batu-capeo-di-kota-ambon/
Comments
Loading...