Argowisata Kebun Salak di Krangasem, Bali

0 23

Wisata Kebun Salak Bali

Salak Bali merupakan salah satu maskot oleh-oleh dari Pulau Wisata Internasional ini. Dan berkunjung ke sumber produksinya, Sibetan, Karangasem, terlebih di panen raya akan memberi kesan fantastik. Desa Sibetan, sekitar 85 Km dari Denpasar berada pada ketinggian 500 m di atas permukaan laut merupakann areal yang sangat cocok untuk perkebunan salak. Luas lahan keseluruhan sekitar 11,25 Km2, yang oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem telah dikembangkan menjadi lokasi wisata agro. Maka, semua akses jalan menuju Sibetan pun sudah diaspal dan dilalui trayek angkutan desa.
 
Selain pesona sepanjang jalan menuju Sibetan yang memang menarik, tambah Kadisparda Karangasem Nengah Parwata, unggulan lainnya adalah dikembangkannya 15 jenis salak oleh warga diantaranya salak gondok, nenas, kelapa, injin, gading, embadan, getih, cengkih, bingin (beringin), mesui, biji putih, maong dan penyalin. Masing-masing mempunyai kekhasan tersendiri. Salak gondok, misalnya, mempunyai daging tebal berwarna putih kekuningan dan manis dengan biji yang kecil.
Salak cengkih, buahnya lebih kecil, dagingnya getas (mudah patah), berasa manis sedikit pedas dan aromanya seperti cengkih. Salak bingin bercirikan daun keriting mirip daun beringin. Jenis salak cengkih dan bingin ini termasuk langka dan jarang berbuah. Perkebunan salak di Sibetan ini, lanjutnya, sudah ada sejak ratusan tahun silam dan tumbuh secara alami. Kemudian mengalami perkembangan pesat awal tahun 1980-an, dimana petani setempat secara beramai-ramai menanamnya. Bahkan merambah ke petani di desa maupun kecamatan lain semisal Selat, Sidemen dan Rendang.

Pun dikembangbiakan oleh petani diluar Karangasem. Tapi, salak produksi Sibetan tetap lebih unggul terutama dari segi rasa, terlebih jenis salak gula pasir yang baru dikembangkan beberapa tahun terakhir. Tanaman salak di Sibetan berbeda dengan yang tumbuh di daerah lain. Keistimewaan salak Bali diantaranya sebagai tanaman berumah satu (monocius) yang bukan tanaman jantan maupun betina, serta berbunga sempurna sehingga dalam penyerbukan tidak perlu bantuan serangga, angin maupun manusia. Daging buahnya tebal, renyah dengan kadar tamin rendah dan manis rasanya.

Perkebunan salak di Sibetan mempunyai dua kali musim panen yakni Januari-Maret yang merupakan masa panen raya dan panen gadon antara Agustus-September. Pada panen gadon ini, jumlah produksinya lebih kecil, terkadang hanya sepertiga masa panen raya. Diluar masa panen, sepanjang tahun tamanannya tetap berproduksi dengan jumlah sangat sedikit sehingga harganya melambung. Pada musim panen raya seperti sekarang, satu pohon rata-rata menghasilkan sampai tiga tandan. Setiap tandan buahnya rata-rata 20 biji, yang diperkirakan beratnya mencapai 3 kg.

Source http://agrowisatasalak.blogspot.co.id/ http://agrowisatasalak.blogspot.co.id/
Comments
Loading...