Warning: unlink(/tmp/dfa16b13c44bbe524bb9588b94873dba-eKgc5a.tmp): No such file or directory in /home/infoprima/public_html/jalanwisata.id/wp-admin/includes/class-wp-filesystem-ftpext.php on line 167

Air Terjun Waesai Barru, Sulawesi Selatan

0 52

Air Terjun Waesai

Air terjun yang satu ini bernama Waesai. Letaknya di dusun Wae Sae kecamatan Tanete Riaja, Barru, Sulawesi Selatan. Tempat ini cukup terkenal di seantero Barru, tak pernah sepi ketika musim liburan atau sesudah hari raya. Baik sebagai tempat camping atau sekedar mandi-mandi. Air terjun ini berasal dari sungai Waruwue yang letaknya di atas dusun Wae sae. Tak pernah kering walau kemarau panjang. Air terjun ini di manfaatkan sebagai sumber air bersih utama sampai ke kota Barru.

 

Untuk mecapai air terjun Waesai yang berjarak sekitar 150 kilometer dari Kota Makassar. Untuk menuju ke desa ini, pengendara cukup melewati jalur Barru-Soppeng hingga mencapai jarak 20km. Perjalanan menuju lokasi ini bisa dikategorikan lumayan berat. Disamping lebar jalanan yang tidak luas, tangan pun harus menahan goncangan-goncangan selama berkendara dikarenakan jalan masih terdiri dari batu gunung yang diratakan.

Banyak hal yang menakjubkan yang bisa disaksikan selama perjalanan menuju tempat ini. Trasering, bukit yang tertutup awan, ladang kacang milik warga yang membuat daerah ini sangat hijau, hamparan sawah yang menghijau memanjakan mata kita, hingga suara-suara bocah yang sedang tertib melafalkan Al-Qur’an, hingga tak terasa mencapai air terjun Waesai nan memesona. Pemandangan yang ada disana sangat menabjubkan, suasana Alam yang belum terjamah, kicauan burung yang sangat-sangat enak didengar, hembusan angin yang menyejukkan dan pastinya air terjun yang amazing. Walau begitu, dusun ini cukup terpencil menurut saya.

Bila anda bingung dengan lokasi persis air terjun, terus saja ikuti jalur kendaraan hingga akhir. Karena hal unik dari petunjuk lokasi air terjun ini adalah dekat dengan jalan “terakhir” dari waesai. Iya, soalnya jalur perjalanan berakhir di tempat penampungan air milik pemerintah. Setelah sampai di jalan buntu tersebut, cobalah keliling di sekitar untuk melihat air terjun, maka sangat tampak jelas air terjun tersebut. Setelah sampai, berusahalah untuk mengakrabkan diri dengan warga, siapa tahu bisa membantu sekedar menitipkan kendaraan. Satu lagi, penduduk disini sangat ramah.

Bahkan anak anak kecil yang bermukim di tempat ini tidak segan-segan untuk menuntun pengunjung menuju ke lokasi. Apa yang membedakannya dengan air terjun yang lain ? Pelanginya yang “abadi” ! sepanjang siang , pelanginya akan terus muncul seiring dengan kehadiran matahari juga. Bila di tengah hari (jam 12 – jam 2) , pelangi terbentuk tepat di bagian dasar air terjun.

Hingga lama kelamaan, pelanginya pun bergerak naik ikut menyesuaikan arah sinar matahari. Jadi bila anda ingin memotret bersama pelangi, mungkin air terjun ini menjadi salah satu destinasi wajib. Selain itu, debit air terjun yang memiliki ketinggian 25 meter ini “katanya” tidak pernah kering meskipun musim kemarau hingga 4 bulanan sekalipun. Sehingga dimanfaatkan oleh pemerintah setempat sebagai penyediaan air bersih (PDAM).

Tips Berwisata Ke Air Terjun Waesai

Sebaiknya berkunjung setelah musim hujan , yaitu sekitar bulan maret hingga mei. Musim hujan membuat pelanginya menghilang. – Gunakan kendaraan roda dua, karena lebar jalanan lumayan kecil. – Kalau bisa, sebaiknya membawa bekal untuk menuju tempat ini. Karena tergolong sepi, dan mayoritas penduduk adalah petani, jadinya tak ada yang menjual makanan jadi maupun makanan ringan. – 2 pilihan setelah kesana, Ambil Sampahmu  (Jaga kebersihan).

Nah untuk para fotografer yang ingin mengunjungi salah satu spot yang indah ini, sebaiknya menyiapkan baterai yang cukup serta memori kamera berkapasitas besar. Waesai benar-benar spot yang luar biasa, air terjun yang indah, dipercantik dengan pelangi yang kerap muncul di bawah air terjun sehingga tidak akan pernah bosan mengambil gambar.

Source https://www.vebma.com https://www.vebma.com/wisata/keindahan-air-terjun-waesai-di-tanah-barru-sul-sel/21789
Comments
Loading...