Air Terjun Siborpa Sappuran

0 16

Air Terjun Siborpa Sappuran

Sappuran ini, berada di Desa Tanjungbaru. Letaknya lumayan jauh, sekitar 31 kilometer dari Sipirok, Tapanuli Selatan (Tapsel), Propinsi Sumatar Utara. Medan berat dan berbatu jadi kendala menuju Desa Tanjungbaru.Karena itu margetek atau ojek, satu-satunya angkutan umum yang tersedia.

Ongkosnya pun tak murah, sekitar 250 ribu untuk sekali jalan, dari Kecamatan ipagimbar menuju Desa Tanjungbaru. Menempuh perjalanan dua jam, pengunjung dapat menyaksikan panorama hutan yang masih alami.Jalan tanah berbatu, tanjakan danlembah curam, membuat perjalanan terasa berat. Belum lagi bila hujan turun, kondisi tanah berlumpur sangat sulit ditembus dalam waktu singkat.

Namun beratnya perjalanan ini terasa ringan ketika bertemu dengan pemukiman penduduk yang asri. Tak salah bila beristirahat sejenak dikampung-kampung kecil sepanjang jalan menuju Desa Tanjungbaru. Tiba di Desa ini, perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Sappuran Siborpa. Jaraknya sekitar 1 kilometer dari desa Tanjungbaru. Meski tak terlalu jauh, namun menuju wisata air terjun Sappuran cukup menguras tenaga.

Jalan setapak satu-satunya jalur yang harus dilalui. Membelah hutan dan lebatnya pepohonan di sepanjang jalur. Hutan Aek Bilah namanya. Termasuk dalam hutan hujan yang masuk dalam wilayah konservasi hutan lindung Tapanuli Selatan. Konon, warga kampung sering berpapasan dengan Harimau akar di atas pepohonan. “Tapi tak berbahaya asalkan kita tak mengusiknya,” ujar Irpan, seorang warga desa Tanjungbaru.

Menurut Irpan, yang tak kalah menarik adalah, di hutan Aek Bilah ini banyak dijumpai bermacam-macam burung berkicau, monyet dan babi hutan. “Dulu, pengunjung sering berburu di hutan ini.Tapi karena letaknya yang cukup jauh dan terkendala transportasi, hanyabeberapa kelompok saja yang datang,” ujar Irpan lagi.Setelah menempuh perjalanan sekitar 60 menit, akhirnya pengunjung tiba di objek Wisata.

Air terjun Sappuran ini tingginya sekitar 30 meter. Terbentuk dari pertemuan anak-anak sungai, antara lain sungai Sipange, Balimbing, Aek Bilah, Sirau, dan anak Sungai Panjamaan. Wisata Sappuran Siborpa ini pernah dilirik oleh investor asing. Namun hingga saat ini tak terdengar perkembangannya. “Katanya mau dibikin pembangkit listrik dan taman wisata air terjun. Kerja sama dari beberapa negara seperti Jepang, Prancis, dan Inggris.

Namun sampai saat ini tak tau keputusannya. Mungkin dibatalkan karena nilai kontrak tak sesuai,” ujar Ali Tambunan, mantan Kepala Desa Tanjungbaru. Padahal Sappuran Siborpa ini objek wisata yang cukup bagus di Sumatra Utara. Lokainya strategis untuk dibuatkan berbagai fasilitas bagi wisatawan. Pasalnya, di Sungai Aek Bilah ini habitat asli ikan merah. Ikan yang beratnya bisa 10 kg seekornya.

Selain ikan merah, ada juga ikan Baung dan ikan Tapu. Hampir setiap saat pelancong mancing di sungai Aek Bilah ini. Mereka kebanyakan berasal dari Rantau Parapat, Kabupaten Labuaha Batu. “Masih banyak potensi wisata yang bisa dijual dari kampung ini. Namun kondisi jalan dan sarana angkutan umum, sangat minim. Ditambah lagi listrik dan air bersih yang tak kunjung tiba. Bagaimana mungkin wisatawan datang ketempat ini,” ujarnya.

Source https://dalilharahap.wordpress.com https://dalilharahap.wordpress.com/2012/04/05/wisata-sappuran-siborpa-tapanuli-selatan-air-terjun-eksotis-di-tanjungbaru/
Comments
Loading...