Air Terjun Pangkalan Kapas, Wisata Alam di Kampar

0 14

Air Terjun Pangkalan Kapas

Air Terjun Pangkalan Kapas merupakan salah satu air terjun tertinggi di Pulau Sumatera. Ada yang memperkirakan air terjun ini memiliki ketinggian 200-300 meter, namun memang belum ada cacatan yang pasti dengan ketinggian air terjun ini. Banyak sekali sebutan untuk nama air terjun ini, ada yang sering menyebut air terjun Batang kapas karena memang air yang jatuh merupakan aliran dari sungai batang kapas.

Dan ada juga yang menyebutnya air terjun Pangkalan Kapas, ini karena tempat atau lokasi ini berada di desa pangkalan kapas. Dan kemudian di lakukan pemekaran desa, sehingga terjadi beberapa pemecahan terhadap desa ini. Seperti dea Lubuk Bigau, desa Tanjung Permai dan lain-lain. Desa-desa di atas, merupakan desa yang terletak di daerah perbatasan antara Provinsi Riau dengan Provinsi Sumatra Barat.

Air terjun seperti yang terlihat di atas merupakan air terjun paling atas, sebelum kita sampai pada air terjun tersebut, kita akan menemui dua air terjun lainnya. Air terjun pertama, memiliki debit air yang kecil, dan tidak tinggi pula. Namun kita bisa bermain dan berlindung di bawah bebatuan tempat air mengalir. Sedangkan untuk air terjun ke dua, memiliki debit air yang kecil dan tidak begitu deras, namun kita/para pengunjung, bisa bermain air bahkan kita dapat mandi di bawahnya. Karena terdapat kolam yang begitu luas dan dalam.

Lokasi Air Terjun Pangkalan Kapas

Air Terjun Pangkalan Kapas atau Air terjun Batang Kapas, terletak di Desa Lubuk Bigau, Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau Indonesia.Dan bukan satu-satunya air terjun yang ada di riau, karena ada beberapa air terjun yang lain, yang lokasinya juga tidak jauh dari kabupaten kampar.

Untuk akses menuju Air terjun ini, kita bisa melewati desa lipat kain, desa Taram kecamatan harau sumbar, dan bisa juga melewati Desa Menggilang yang tidak jauh dari lokasi Bandrek House jalan lintas Sumbar. Melati jalur Desa lipat kain dan desa Menggilang, bisa di katan lebih sulit. Kebanyak pengunjung melewati Desa Taram untuk sampai ke lokasi ini.

Jika kita pengunjung dari pekanbaru, kita akan menuju desa Taram dengan perjalanan sekitar 4 jam, setelah itu melanjutkan perjalanan ke Desa Lubuk Bigau dengan waktu tempuh sekitar 3.5 jam dengan menggunakan kendaraan roda dua atau 4. Dari desa lubuk bigau menuju lokasi air terjun, dengan perjalan sekitar 3 jam. 1 jam perjalan bisa di laui dengan menggunakan kendaraan roda 2, dan dua jam perjalanan selanjutnya dengan jalan kaki.

Perjalanan dengan kendaraan roda dua, bisa di katakan cukup menantang apalagi jika daerah tersebut di guyur hujan, jalanan akan lebih lembab, tanahnya lengket namun licin. Sedangkan untuk perjalanan dengan jalan kaki, selama dua jam tersebut, kita akan melewati hutan yang cukup terjal, dan kita hanya dapat melewati jalur setapak yang telah di buat. Bukan hanya itu, kondisi hutan yang masih alami menambah rasa menantang yang cukup memacu adrenalin.

Suara-suara liar yang terdengar, menambah rasa mecekam yang cukup membuat jantung dag dig dug. Apalagi jika kita sampai kelokasi hingga larut malam, tentunya akan menambah rasa mistis yang berlebihan. Bukan hanya rasa lelah saja, aura yang menyeramkan juga akan menyelimuti.  Namun semua itu akan terbayar lunas, dengan melihat keindahan air terjun tersebut. Bukan hanya jatuhnya air dari ketinggian, biasan air karena angin, akan tetapi kita juga bisa menikmati keindahan hutan yang masih alama dan segar.

Source https://pariwisatariaublog.wordpress.com https://pariwisatariaublog.wordpress.com/2017/11/07/air-terjun-pangkalan-kapas/
Comments
Loading...