Air Terjun Lumu Kab. Mamuju Tengah

0 89

Air Terjun Lumu

Satu lagi pesona wisata tersembunyi yang kini ditawarkan oleh kabupaten Mamuju Tengah, pecahan kabupaten Mamuju. Daerahnya yang memiliki banyak kawasan hutan dan daerah pedalaman yang masih rimbun menyajikan sajian wisata air terjun dengan debit air yang menjadi sumber aliran sungai Budong-Budong. Air terjun Lumu wisata petualangan baru bagi para penjelajah alam pedalaman, terletak di Salu Lisu, di hulu sungai Budong Budong, kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat.
Akses menuju air terjun Lumu terbilang sangat ekstrim dan sulit diakses, jika menelusurinya sendiri niscaya Anda tak akan pernah sampai rimbunnya hutan dan tak adanya petunjuk jalan jelas menjadi penyebabnya, apalagi jika hanya dengan mengandalkan petunjuk lisan atau bahkan petunjuk tulian. Menuju air terjun Lumu mutlak dengan bantuan seorang pemandu. Seperti yang dialami seorang pemuda Mamuju Tengah Rahmien Mahrul yang pernah mencoba menelusuri air terjun ini, ia harus kembali karena tak menemukan air terjun dengan banyak tingkatan ini.
Satu-satunya publikasi dokumentasi yang terbaru diperoleh dari air terjun ini adalah dari  pegawai, bakti rimbawan KPHP Budong Budong dan mahasiswa magang Kehutanan UNISMUH Makassar pada tahun 2016 lalu, seperti yang dijelaskan oleh Zulkarnain Bonja setelah menelusuri langsung dan mendokumentasikan keindahan air terjun dengan debit air yang deras ini.
Dijelaskan lebih lanjut oleh Rezky Amalia Sari dari pihak UPTD KPH Budong-Budong yang bersama masyarakat setempat dan mahasiswa kehutanan Unismuh yang menadatangi langsung Air Terjun Lumu.  Air terjun berada di daerah Lumu, desa Salu Lisu , kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah. Akses terakhir yang bisa ditempuh sampai ke Salu Andeang menggunakan perahu, kemudian untuk sampai ke Salu Lisu harus ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih 10 km jarak datar untuk sampai ke air terjun ini. 

Gambaran umum akses ke Air Terjun Lumu adalah sangat menguras tenaga, untuk sampai ke titik utama air terjun terdapat medan terakhir yang sangat ekstrim,  karena terdapat bagian hutan rimbun padat yang harus dilalui, bahkan masyarakat setempat juga tak pernah menjamahnya, ada banyak jalinan pohon dan untaian rotan yang dilalui, dan tidak menutup kemungkinan rotan kadanag digunakan sebagai alat bantu menanjak atau ada medan yang terjal.
Rumah kebun terakhir yang akan ditemui berjarak sekitar 2-3 km dari air terjun Lumu, pengunjung dapat menginap di lokasi ini untuk memulihkan stamina. Dari rumah sederhana ini, perjalanan dengan jalan kaki dapat ditempuh dari Salu Lisu, sore harinya akan sampai di pondok terakhir, esoknya perjalanan di lanjutkan kembali. Tak cukup menggunakan waktu sehari untuk sampai dan pulang dari Air Terjun Lumu, karena aksesnya yang sangat sulit. Namun, akses yang sulit diganjar dengan keindahan alami Air Terjun Lumu, dengan tingkatan beragam, dengan tanaman hijau tumbuh alami di sisi jatuhnya air terjun.
Bagian bawah air terjun Lumu  amsih menyajikan pesona rangkaian lengkap dari air terjun ini, debitnya masih sangat besar degan arus yang deras. Tim KPHP Budong-Budong dan mahasiswa Unismuh serta pemandu masyarakat setempat merasakan langsung kealamian air terjun ini.  Mamuju Tengah menyajikan pesona alami objek wisata, walau aksesibilitas yang menjadi syarat utama sebuah objek wisata dapat menjadi syarat untuk daya tarik wisata, namun Air Terjun Lumu dapat menjadi tujuan bagi mereka para pencinta wisata petualangan yang memiliki daya jelajah tinggi dan semangat pantang menyerah menemukan keindahan alam Mamuju Tengah.
Source https://wisatapopulerdisulawesibarat.blogspot.com https://wisatapopulerdisulawesibarat.blogspot.com/2017/08/air-terjun-lumu-wisata-petualangan-baru.html
Comments
Loading...