Air Terjun Liawan Sumarorong, Mamasa

0 65

Air Terjun Liawan Sumarorong

Sangat berbeda dengan air terjun atau permandian alam lain pada umumnya yang letaknya tersembunyi pun jauh dari pemukiman. Air Terjun Liawan malah hanya berjarak ± 2 Km atau ditempuh kurang dari 30 menit perjalanan dari pusat kota Sumarorong (jalan poros Mamasa).

Air Terjun Liawan berada di Desa Liawan Kecamatan Sumarorong. Bila dari arah Polewali, tepat di kota Sumarorong- sebelum Polsek kita belok kanan. Di mulut jalan terdapat papan penunjuk arah menuju lokasi tersebut. Kondisi jalan relatif baik- separuh telah dibeton sehingga kendaraan roda dua mudah saja mencapai lokasi. Apalagi pemukiman warga hanya terpaut satu petak sawah dengan kompleks permandian ini.

Setelah melalui jembatan gantung dan jalan berkelok di tengah hamparan sawah hijau dengan aliran sungai yang jernih, kendaraan kemudian diparkir di rumah warga dengan tarif Rp 2.000 per kendaraan. Dari pemukiman (rumah terakhir) kita sudah dapat melihat dengan jelas Air Terjun Liawan. Setelah menyusuri pematang sawah, gerbang permandian menyambut dilengkapi pos/ loket yang mewajibkan pengunjung membayar terlebih dahulu dengan tarif standar Rp 5.000 buat pengunjung anak-anak dan Rp 7.000 buat orang dewasa. Ternyata, kompleks permandian ini telah dikelola serius oleh Disbudpar Kab. Mamasa.

Tempat ini di belah oleh aliran sungai dari Air Terjun Liawan, sekaligus memisahkan deretan bangunan villa dan baruga yang dibuat berjejer memanjang layaknya pemukiman di tepian jalan. Terdapat sekitar 7 villa, 1 bangunan tempat ganti pakaian dan 1 baruga bergaya tongkonan Mamasa. Bagi yang ingin menyewa villa dikenai biaya Rp 150.000 (di luar makan dan masih bisa ditawar). Sedangkan penyewaan baruga dikenai Rp 100.000. Tak jarang beberapa lembaga mahasiswa pernah ke tempat ini menginap dalam agenda kerja lembaga mereka.

Fasilitas villa di Air Terjun Liawan

Air Terjun Liawan memiliki tiga tingkat dengan tingkat pertama yang tertinggi mencapai 8-11 meter. Terdapat jalan menanjak di sisi kanan air terjun bila ingin menyusur hingga ke atas. Jalannya lumayan menanjak dan licin (berlumut). Sangat hati-hati dan kadang harus menunduk menyeruak di tengah belukar pepohonan yang rapat. Serasa di tengah hutan yang kealamiannya terjaga. Walau demikian, variasi akar pohon dan bebatuan agak memudahkan kaki berpijak. Tingkat dasar air terjuan Liawan agak luas dengan kedalaman yang tidak terlalu berbahaya. Di tingkat 2-3, airnya lumayan dalam dengan bentuk lingkaran kolam yang nyaris sempurna. Berhubung mata air cukup melimpah sehingga air sungai kesegarannya terjaga. Dingin dan sangat segar.

Dasar sungai di tingkat pertama terdiri atas bebatuan kecil (bukan kerikil) dan berpasir dengan kandungan logam berwarna keemasan yang melimpah. Untuk keamanan, hanya tingkat 1 dan 2 yang layak menjadi tempat mandi. Bila dilihat sekilas, seolah-olah Air Terjun Liawan hanya 1 tingkat vertikal menempel di dinding gunung. Patahan atau dasar lantai 2-3 nyaris tidak terlihat dari bawah. Begitu tegak tingkat kemiringan tebingnya. Berhubung kami sudah sangat kedinginan, akhirnya kami meninggalkan lokasi tersebut setelah menghabiskan waktu 3 jam lebih berendam. Sebelum pulang kami sebenarnya mencari sekiranya ada buku tamu tapi ternyata tidak ada.

Source http://www.kompadansamandar.or.id http://www.kompadansamandar.or.id/wisata/mamasa/625-air-terjun-liawan-sumarorong-sang-penggoda-dari-mamasa.html
Comments
Loading...