Air Terjun Kembang Soka, Kulon Progo

0 12

Air Terjun Kembang Soka

Air Terjun Kembang Soka ini berada di Padukuhan Gunung Kelir, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.  Surga kecil ini nampak seakan oasis didalam luasnya gurun, mendatangkan keindahan tanpa ada polesan, seperti anak gadis baru tumbuh dewasa. Letaknya yang 1/2 tersembunyi di balik rimbunan rimba membuatnya seperti surga yang menjelma, panorama nya memuaskan mata, nada gemuruh air nya menentramkan jiwa. Walau sendirian, kita tak rasakan sepi.
    
Ia dinamakan Kembang Soka, lantaran asal dari satu diantara sumber mata air nya ialah datang dari bawah tanah di mana banyak tumbuh bunga soka di atasnya. Serta secantik bunga soka, air terjun ini mempunyai kelebihan sendiri. Taburan air nya yang terkecuali beri kesegaran mengingat ia ada di desa Jatimulyo yang disebut sisi dari barisan perbukitan Menoreh, juga jernih serta mempunyai dua warna, kombinasi pada warna putih serta hijau toska nan lembut.
Air terjun ini ada pada posisi paling tinggi diantara tempat air terjun lain di sekelilingnya, tak heran tumpahan air nya sedemikian deras hingga bisa jadikan sumber pengairan untuk warga sekitaran. Yang lebih unik lagi yaitu bebatuan di sekitaran air terjun itu, di mana kita seperti melihat film fantasi hidup waktu lihat bebatuan. Warna jelas kekuningan yang bermunculan dari basic sungainya, sama-sama menonjol membentengi kucuran air pada satu diantara bagiannya, sesaat bila kita melihat ke samping kanan serta kiri kearah tebing di sekitaran air terjun, kita temukan bebatuan berwarna pekat kemerahan.
Air terjun ini hasil dari pertemuan tiga sumber air, yakni mata air Kembang Soka (Toyotombo) yang seperti saya berikan di atas selanjutnya jadi nama air terjun ini, mata air Tuk Jaran atau bisa disimpulkan sumber rejeki, yang jadikan warga bukan sekedar untuk berwisata namun juga mencari barokah, serta mata air Kalimiri.  Ketiga mata air ini menjelma jadi aliran tiga air terjun kecil setinggi lebih kurang 5 mtr., 15 mtr. serta 30 mtr.. Ketiganya lalu berjumpa pada satu aliran terbesar setinggi lebih kurang 40 mtr..
Wisata air terjun ini termasuk masihlah baru dikelola dengan cara serius sebagai object wisata sebagai potensi pendapatan daerah, usianya baru lebih kurang setahun. Terlebih dulu, ia adalah harta punya warga yang dilewatkan tumbuh dengan cara alami.  Lokasi keseluruhnya object wisata ini cukup luas, yakni lebih kurang sekitaran lima hektar. Terlihat bagian-bagian sekitaran lokasi ini masihlah tertutup rimba serta ada sisi yang telah lebih teratur, supaya mempermudah akses untuk pengunjung sekalian membuat kenyamanan untuk mereka yang berwisata.
Misalnya yaitu terdapatnya sebagian warung yang di buka warga sekitaran sediakan beragam camilan. Pada satu diantara sisi dari tempat wisata ini dapat ada banyak jembatan bambu yang sangat mungkin wisatawan bisa lebih mendekat ke ruang sungai.  Jembatan ini dapat sekalian menolong memudahkan wisatawan nikmati panorama sekitarnya, menjelajah tempat yang susah dijangkau pejalan kaki, diluar itu, tempat jembatan bambu ini cukup indah untuk tempat berfoto.
Untuk meraih tempat air terjun ini, sekarang ini telah termasuk lebih gampang, walau memerlukan usaha. Tempat ini beralamat di di Jalan Sermo, Girimulyo, Daerah Istimewa Jogyakarta. Wisatawan yang punya niat ke object wisata ini, baiknya menyiapkan fisik yang cukup sempurna, lantaran dibutuhkan perjalanan kaki yang cukup panjang.
Pertama-tama, sebagai pencarian paling utama wisatawan yaitu Desa Jatimulyo di mana menuju desa ini bisa dibuka memakai kendaraan bermotor. Sesampainya di desa itu, telah cukup banyak panduan arah yang berniat di buat warga untuk menolong wisatawan, tetapi kita mesti waspada karena banyak wilayah yang tempatnya alami penurunan tajam atau ada rusaknya jalan sebelumnya pada akhirnya hingga pada pintu masuknya.
Dari sini, wisatawan mesti mulai jalan kaki. Kendaraan roda dua ataupun semakin dapat dititipkan pada warga ataupun pengelola parkirnya dengan membayar Rp. 1000, 00 saja, sedang untuk nikmati object wisata nya kita cuma diharuskan membayar cost retribusi pada warga yang sekalian jadi pihak yang mengelola lokasi ini sebesar Rp. 3000, 00 saja.
Sudah pasti ada banyak yang butuh diperbaiki bahkan juga mungkin saja dibongkar untuk diatur kembali berkaitan object wisata ini, serta hal semacam ini dibutuhkan hubungan kerja yang utuh dari pemerintah daerah serta warga sendiri. Misalnya infrastruktur jalan serta aksesnya, panduan jalan yang lebih teratur rapi atau sarana tempat tinggal makan serta tempat beristirahat untuk wisatawan.
Tetapi untuk kita wisatawan serta pengunjung juga baiknya turut berpartisipasi di dalamnya, dengan mempromosikan obyek wisata indah ini, terkecuali untuk memperluas wawasan kita pada keindahan negeri kita juga menolong warga sekitaran untuk peroleh pendapatan lebih, tetapi sekalian melindungi keasriannya tetaplah terbangun, jangan pernah surga ini beralih jadi neraka, lantaran tingkah kita sendiri
Source http://wisata-tanahair.com http://wisata-tanahair.com/2016/11/rute-menuju-air-terjun-kembang-soka.html
Comments
Loading...