Air Terjun Jembong di Buleleng, Bali

0 25

Air Terjun Jembong

Air Terjun Jembong berbeda dengan air terjun lainnya di Bali karena menawarkan hal yang unik dan berbeda. Keunikannya terdapat pada penataan taman untuk keindahan di lokasi wisata. Di kawasan Air Terjun Jembong ini taman-taman ditata sangat rapi dan terjaga dengan baik. Karena kerapian dan keindahannya inilah, pengunjung yang datang tak hanya dihibur oleh menawannya guyuran serta percikan air terjun tetapi juga pemandangan taman-taman yang tertata secara apik dan indah. Penataan taman-taman ini dilakukan sendiri oleh warga setempat sehingga dapat dikatakan sangat spesial karena wilayahnya berada di pedesaan dan jauh dari pusat pariwisata.

  

Keindahan Air Terjun Jembong

Air Terjun Jembong ini terbagi menjadi dua tingkat. Airnya sangat jernih dan mengalir dari sumber mata air di pegunungan. Air terjun di tingkat pertama tingginya sekitar 15 meter, dengan sudut kemiringan sekitar 75 derajat. Karena agak miring sehingga air tidak langsung jatuh ke bawah, tetapi mengalir di bebatuan. Sekilas kondisinya seperti air terjun Kanto Lampo di Gianyar. Di air terjun pertama ini pengunjung bisa mandi di bawah guyuran air terjun.

Air terjun kedua berada di bawahnya dan membentuk kolam penampungan alami dengan kedalaman sekitar 1 meter. Anda bisa berenang atau berendam menikmati sejuknya suasana pedesaan. Jangan lupa abadikan keindahan air terjun dengan berfoto selfi karena panorama yang ada sungguh luar biasa. Fasilitas penunjang sudah disediakan seperti toilet, kamar mandi, ataupun gazebo sebagai peneduh ketika hujan datang.

Lokasi Air Terjun Jembong Buleleng

Air terjun yang terletak di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng ini berada di daerah perbukitan dengan pemandangan alam yang hijau dan sejuk. Jaraknya sekitar 6 kilometer dari ibu kota Singaraja dan memiliki pemandangan desa yang menyuguhkan panorama hamparan persawahan. Dahulu sebelum bernama Desa Ambengan, melainkan oleh masyarakat setempat disebut dengan nama Desa Sukadana. Banyaknya tumbuhan ilalang (ambengan) yang tumbuh di wilayah desa sehingga dinamakan desa Ambengan sampai sekarang.

Karena letaknya di atas bukit, sehingga pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 200 meter dari tempat parkir. Sampai di pos penjagaan untuk membayar tiket masuk, pengunjung hanya dikenakan dana sukarela untuk menyumbang seikhlasnya. Ketika berjalan kaki di jalan setapak ini, pengunjung akan menjumpai hamparan perkebunan coklat di kanan kiri jalan di pinggir sungai. Tak perlu tenaga ekstra untuk naik atau turun tangga menuju lokasi. Jalan yang dibangun berupa tangga ataupun jalan setapak sudah tertata rapi sehingga tidak menyulitkan pengunjung untuk menyusuri setiap jalannya. Sesampai di lokasi, hanya pemandangan hijau dan asri yang terlihat serta aliran dan guyuran air di Air Terjun Jembong Buleleng yang muncul dari balik bebatuan.

Source https://www.kintamani.id https://www.kintamani.id/air-terjun-jembong-buleleng-wisata-alam-wajib-para-pencinta-air-terjun-00782.html
Comments
Loading...