Air Tejun Riam Marum, Wisata Alam di Kabupaten Bengkayang

0 22

Air Tejun Riam Marum

Wisata ini adalah daerah tangkapan yang masih relative “Virgin” berupa hutan cagar alam Gunung Niut dengan jenis vegetasi dan serangga yang beragam serta aliran debit Sungai masih relative stabil. Lokasi Riam berada di-Dusun Dawar Desa Pisak Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang ini sangat cocok bagi penggila landscap, makro maupun model. Lokasi Riam Marum dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Selanjutnya perjalanan ditempuh secara Crouss-Country selama tiga puluh menit menuruni tebing sungai dengan kemiringan exstrim, namun setidaknya ada beberapa hal yang dapat dinikmati.

Medan Cross-Country yang cukup menantang, namun sangat cocok sebagai tempat jogging. Masyarakat setempat masih menghargai kearipan lokal ditambah lagi suasana pedesaan dengan prasarana dan sarana seadanya, suasana ini membawa pengunjung benar-benar menikmati dan kembali ke-alam agar senantiasa ikut peka terhadap kondisi sosial dan lingkungan. Riam Marum merupakan salah satu dari puluhan air terjun yang tersebar dibeberapa daerah Kabupaten Bengkayang. Wisata alam dengan kondisi vegetasi yang masih utuh, maka fluktuasi debit aliran riam kecil sehingga dapat dikatakan stabil sepanjang musim dan relatip aman bagi para pengunjung.

Selain stabilitas debit air, kawasan gunung Niut juga sebagai wadah plora dan pauna yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Petunjuk Riam Marum berjarak sekitar enam puluh kilometer (60m) dari ibu Kota Bengkayang. Pengunjung harus melanjutkan berjalan kaki dengan waktu kurang lebih dua puluh sampai tiga puluh menit menuju lokasi yang menjadi tempat tujuan. Riam Marum akan memikat hati para pengunjung sebab memiliki keindahan alami. “Kondisi plora dan pauna yang ada di Riam Marum dan Hutan cagar alam Gunung Niut notabene nyaris langka, karena merupakan obyek wisata menantang bagi penggila potografi maupun para pencinta Eco-Tourism,” Kata Kusdinar Kartasasmita belum lama ini.

Yang sekaligus ketua umum Exposure Bengkayang, ini menyampaikan kondisi air pegunungan disekitar riam marum masih relative jernir dan dingin. Kabupaten Bengkayang bisa disebut sebagai Kabupaten yang komplit dengan aset pariwisata, seperti wisata pantai yang beragam seperti wisata pergunungan, wisata budaya, dan yang tidak kalah menarik adalah wisata air terjun atau dikenal dengan Riam dan tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Bengkayag. Salah Satunya Riam Marum adalah wisata menaraik dan menantang, dilengkapi dengan hamparan batu seperti diatur dan cocok menjadi lokasi menjemur tubuh sesaat. Lokasi Marum juga begitu terjaga dikelilingi hutan dengan beragam ukuran pepohonan.

Mengunjungi Wisata Alam Riam Marum alangkah baiknya membawa perlengkapan wisata yaitu tenda sebagai tempat berkemah dan makanan. Exposure yang menjadi tuan rumah pada acara “Hunbar Pesona Marum” mendapat kesempatan menyajikan makanan tradisional yang dinamakan kue ketan kantong semar. Kantong-Semar dengan sebutan: Kalamange, Pelambo, Periuk monyet, Kantong beruk, Bantuyut, Tarukun dan bahkan memiliki berbagai julukan misalnya “Si buas yang cantik, Pohon Rakus dan masih banyak lagi penamaan untuk tumbuhan langka dan dilindungi ini. Kantong semar bukan bunga, bukan pula buah melainkan daun yang mengalami modifikasi.

Tumbuhan ini umumnya hidup di tanah tandus, Kantong semar adalah tumbuhan independent, hidup di tanah, memanjat rendah atau menjulur bebas. Kabupaten Bengkayang justru menjadikan kantong semar sebagai motif batik khas yang disebut Kalamange. Tumbuhan ini juga dapat menjadi wadah pembungkus makanan tradisional. Pembuatan kue ketan menggunakan kantung semar ini dilakukan dengan cara mencuci bersih kantung semar. Biarkan tangkai kantung semar tetap menempel. Sebab kantong akan bocor, jika tangkainya dibuang.

Selanjutnya, masukan beras ketan ke dalam kantung semar yang sudah dicuci bersih. Dalam Kantong-Semar berisikan beras ketan putih dengan inti kelapa muda dan gula atau dapat juga adonan tambahan berbahan campuran tepung beras, santan dan kacang merah. Proses selanjutnya adalah Kukus kue hingga matang. Kantung semar atau “periuk kera” tumbuh subur di hutan atau kebun karet. Selama ini banyak orang mengenalnya hanya sebagai tanaman atau tumbuhan pemangsa karena dapat menjebak mangsanya. Mangsa akan mati saat masuk ke dalam kantung. Katup akan segera menutup dan mangsa tenggelam ke dalam kantung yang berisi air.

Source https://suaragongborneo.wordpress.com https://suaragongborneo.wordpress.com/2013/06/21/mobar-pesona-riam-marum-sajikan-pelambo-sebagai-makanan-tradisional/
Comments
Loading...