Keindahan Dan Keasrian Alam Danau Sano Nggoang

0 183

Danau Sano Nggoang adalah danau terbesar di Nusa Tenggara Timur, dan memiliki potensi ekowisata yang menarik. Danau Sano Nggoang merupakan danau vulkanik yang terletak di sebelah tenggara kawasan Hutan Mbeliling dan blok Hutan Sesok.

Lokasi Danau Sano Nggoang

Terletak di Kabupaten Manggarai Barat, danau vulkanik ini menjadi danau terbesar se-NTT. Letaknya yang berada di ujung barat Pulau Flores membuat Anda yang ingin berlibur ke sini bisa membuat paket wisata sendiri bersama destinasi wisata lainnya, seperti Taman Nasional Komodo, Air terjun Cunca Rami, Cunca Wulang, dan masih banyak lagi.

Akses menuju Danau Sano Nggoang

Akses menuju ke danau ini masih relatif sulit, satu-satunya akses dari Kota Abuan Bajo menuju danau ini adalah jalur darat. Berangkat dari Labuan Bajo memakan waktu perjalanan sekitar 3-4 jam. Bukan jaraknya yang jauh tapi keadaan jalannya yang rusak parah membuat waktu tempuh menjadi lebih lama, sekarang jalur tranportasi menuju Danau Sano Nggoang sedang dalam tahap pembangunan. Pintu masuk bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Danau Sano Nggoang adalah Desa Wae Sano, tepatnya dusun Nunang. Dusun Nunang sudah terdapat home stay milik masyarakat yang tepat berada di tepi danau.

Perjalanan yang berteman jalan rusak parah akan membuat Anda bosan jika benar-benar tidak menikmati perjalanan. Obat utama yang mampu mengusir kebosananan perjalanan adalah pemandangan alam yang masih amat alami dan indah dengan perumahan-perumahan masyarakat khas Manggarai. Sepanjang jalan kita akan menemui hutan kemiri, bambu, dan masyarakat desa yang sangat ramah.

Sampai di pertigaan menuju Kampung Nunang, semua letih dan kebosanan perjaanan akan terobati dan hilang seketika. Dari atas bukit pertigaan jalan menuju Dusun Nunang, Anda akan disuguhkan hamparan danau yang hijau dengan hutan yang sangat asri. Jalan menuju Dusun Nunang melewati pinggiran danau, jika begini pasti sudah tidak sabar ingin cepat sampai di Nunang. Di pinggiran danau Anda akan sangat mudah memandang ke danau, melihat gerombolan itik hutan yang setiap hari mandi di danau. Hutan yang sangat alami menambah kenyamanan perjalanan, tidak ada kebisingan atau calo-calo yang akan mengganggu kenyamanan Anda berwisata di destinasi wisata ini.

Sampai di Nunang, setiap wisatawan akan disambut dengan keramahan masyarakatnya, upacara adat “kapu” khas manggarai yang digunakan untuk penyambutan tamu. Kultur budaya masyarakat Nunang sangat kental, setiap pengunjung akan diterima di kampung Nunang apabila telah selesai diterima dengan ritual adat kapu. Nunang sendiri adalah ibu kota Desa Wae Sano, sudah ada tourism information di kampung ini, peta wisata, dan guide terlatih. Suasana Nunang sangat asri, tepat berada di pinggir danau dan di belakang kampung langsung berbatasan dengan kawasan hutan Mbeliling

Comments
Loading...